JAKARTA – Shalat Idulfitri adalah salah satu ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang dilakukan oleh umat Islam setiap tanggal 1 Syawal sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, shalat Idulfitri juga memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Berikut adalah tata cara pelaksanaan shalat Idulfitri beserta sunnah-sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudahnya.
Sunnah-Sunnah Sebelum Shalat Idulfitri
Sebelum menunaikan shalat Idulfitri, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan, salah satunya adalah mandi sebelum berangkat shalat Idulfitri. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Alasan umum mengapa disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Ied tersebut adalah untuk menyucikan diri dan menghadiri ibadah dalam keadaan bersih.
Kemudian memakai pakaian terbaik. Catat, terbaik tidak harus baru. Artinya, umat Islam baik muslim maupun muslimah disunnahkan untuk mengenakan pakaian yang bersih dan terbaik yang dimiliki, termasuk bagi laki-laki disunnahkan untuk memakai wewangian.
Makan sebelum berangkat shalat juga sangat dianjurkan. Bahkan hal ini yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau selalu makan sebelum berangkat shalat Idulfitri, biasanya dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Ini sebagai tanda bahwa puasa Ramadan telah berakhir.
Terkait dengan sunnah makan sebelum berangkat shalat Ied pernah disampaikan dalam hadis yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata: “Rasulullah ﷺ tidak berangkat pada hari Idulfitri sebelum beliau makan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil. (HR. Bukhari No. 953).
Sunnah selanjutnya adalah mengumandangkan takbir setelah masuk hari lebaran. Takbir Idulfitri mulai dikumandangkan sejak malam 1 Syawal hingga menjelang shalat Idulfitri. Lafaz takbirnya sebagai berikut:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Kemudian berjalan kaki ke tempat Shalat juga sangat disunnahkan. Bahkan sangat dianjurkan untuk berjalan kaki menuju tempat shalat Idulfitri serta mengambil rute yang berbeda saat pergi dan pulang. Hal ini berdasarkan kebiasaan Rasulullah ﷺ.
Dan yang terakhir adalah mengucapkan salam dan berbuat baik kepada sesama. Ingat, idulfitri adalah hari kebahagiaan, maka dianjurkan untuk memperbanyak senyum, mengucapkan salam, serta mempererat silaturahmi dengan sesama Muslim. Dalam tradisi umat Islam Indonesia, hal ini juga umum dilakukan dalam konteks halal bihalal. Antar sesama tetangga saling berkunjung dan bersilaturrahmi untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Tata Cara Shalat Idulfitri
Shalat Idulfitri dilakukan secara berjamaah, baik di masjid, lapangan, atau tempat terbuka. Berikut tata cara pelaksanaannya:
1. Niat Shalat Idulfitri*
Niat shalat cukup diucapkan dalam hati, seperti:
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
(Saya niat shalat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.)
Jika menjadi imam, cukup mengganti “makmuman” dengan “imaman”.
2. Takbiratul Ihram
Shalat dimulai dengan takbiratul ihram seperti shalat biasa.
3. Takbir Tambahan (Takbir Zawaid)
Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan 7 (tujuh) kali takbir tambahan pada rakaat pertama.
Di antara setiap takbir, disunnahkan membaca tasbih:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
(Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.)
4. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek
– Setelah takbir tambahan, membaca Surat Al-Fatihah.
– Kemudian membaca surat pendek, dianjurkan membaca Surat Al-A’la (87) atau Surat Qaf (50).
5. Ruku’, I’tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud
– Dilakukan seperti shalat biasa hingga berdiri ke rakaat kedua.
6. Takbir Tambahan di Rakaat Kedua
– Sebelum membaca Al-Fatihah, dilakukan 5 (lima) kali takbir tambahan.
7. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek
– Dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah (88) atau Surat Al-Qamar (54).
8. Menyelesaikan Rakaat Kedua dan Salam
– Ruku’, i’tidal, sujud hingga tasyahud akhir, lalu salam.
Setelah rangkaian shalat Idulfitri rampung dilaksanakan, selanjutnya adalah sesi khutbah.
Sobat Holopis, perlu diingat pula bahwa shalat Idulfitri bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momen penuh makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah setelah melewati Ramadan. Dengan memahami tata cara dan sunnahnya, kita dapat menghidupkan Idulfitri sesuai ajaran Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin! ?


