JAKARTA – Bencana banjir kompak merendam sejumlah pemukiman warga yang tersebar di beberapa wilayah yang ada di Pulau Sulawesi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, seperti banjir yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu (16/3).
“Sebanyak 369 KK atau 1.196 jiwa terdampak di tiga desa dari dua kecamatan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (18/3).
“Saat ini genangan dilaporkan telah surut dan warga telah membersihkan rumahnya masing-masing,” imbuhnya.
Banjir serupa kemudian juga melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Senin (17/3). Banjir terjadi lantaran meningkatnya debit air yang tidak mampu ditampung oleh Sungai Biluango, yang sebelumnya dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Akibat banjir ini sebanyak 271 KK atau 884 jiwa terdampak yang berasal dari tiga desa di dua kecamatan. Selain itu, sedikitnya tujuh unit rumah rusak berat sementara lima unit rumah rusak ringan,” tukasnya.
Saat ini, kendati banjir berangsur surut, Abdul menyebut bahwa BPBD setempat masih melakukan sejumlah upaya koordinasi hingga pendataan korban dan infrastruktur terdampak lainnya, evakuasi dan pemantauan ke titik lokasi banjir.
Selain Kabupaten Bone Bolango, banjir juga merendam wilayah lain di Gorontalo, yakni Kota Gorontalo, pada Senin (17/3). Peristiwa yang melanda Kelurahan Talumolo dan Kelurahan Botu di Kecamatan Dumbo Raya ini mengakibatkan 319 KK atau 1.354 jiwa terdampak.


