JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung industri kreatif Indonesia, terutama perfilman.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT Danareksa dan subholding, Senin (10/3), Kawendra meminta PT Danareksa mengoptimalkan peran Produksi Film Negara (PFN) untuk memberikan akses permodalan yang lebih sederhana bagi para sineas Tanah Air.
“Banyak sineas di Indonesia yang potensinya luar biasa, tetapi terhambat oleh aturan permodalan yang terlalu rumit. Kita tidak boleh membiarkan kreativitas mereka terkungkung oleh birokrasi,” ungkap Kawendra dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Selasa (11/3).
Industri perfilman nasional terus menunjukkan geliatnya, dengan prediksi mencapai produksi 200 judul film pada tahun 2025. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi para sineas adalah kompleksitas regulasi saat mengakses pendanaan.
“PFN harus mampu menjadi solusi, bukan beban. Kita butuh formula yang meringankan pelaku industri film agar mereka dapat fokus pada kreativitas dan kualitas,” tegas Kawendra.
Ia menyoroti bagaimana regulasi yang terlalu ketat justru mengalihkan perhatian sineas dari kreativitas ke urusan administratif yang melelahkan. Menurutnya, pendekatan yang lebih ramah harus diterapkan agar industri film dapat tumbuh pesat.
“Kita ingin sineas berpikir tentang bagaimana membuat film terbaik, bukan bagaimana mengutak-atik laporan keuangan agar sesuai aturan ribet. Ini harus segera diperbaiki,” lanjutnya.
Selain itu, Kawendra mendorong kolaborasi yang erat antara Danareksa dan PFN untuk menciptakan akses permodalan yang lebih ramah bagi sineas. Ia yakin pendekatan ini dapat menjadi jalan keluar konkret bagi permasalahan pendanaan yang menghambat industri film nasional.
“Jika Danareksa dan PFN dapat berkolaborasi dengan baik, kita bisa mendorong regulasi yang lebih mendukung industri perfilman Indonesia. Sineas tidak hanya butuh modal, tetapi juga dukungan penuh untuk menciptakan karya berkualitas,” tutup Kawendra dengan optimisme.

