JAKARTA – Bencana banjir melanda empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh hingga menyebabkan adanya korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan deras dengan durasi yang lama mengguyur dan menyebabkan banjir.
“Kondisi banjir sebabkan satu korban jiwa meninggal dunia dan satu korban jiwa hilang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (10/3).
Abdul menjelaskan bahwa satu korban jiwa meninggal dunia atas nama Rina Fitri, perempuan berusia 11 tahun dan satu korban hilang atas nama seorang perempuan berusia 17 tahun bernama Mardiana.
“Selain itu ada sebanyak 70 jiwa terdampak akibat peristiwa ini,” imbuhnya.
Peristiwa ini melanda empat kecamatan dan tujuh desa yaitu Desa Alue Rambong dan Desa Sukatani di Kecamatan Juli, Desa Meunasah Pulo, Desa Meunasah Baroh dan Desa Hagu di Kecamatan Peudada, Desa Blang Khutang di Kecamatan Makmur dan Desa Pandrah janeng dengan ketinggian air 20-40 sentimeter.
Untuk kerugian materiil tercatat sebanyak 70 unit rumah terdampak, BPBD Kabupaten Bireun berkoordinasi untuk lakukan asesmen dan melaksanakan operasi SAR gabungan dengan TNI, Polri, Basarnas dan Satgas SAR Provinsi Aceh.
“Kondisi mutakhir yang dilaporkan banjir sudah berangsur angsur mulai surut,” ujarnya.


