JAKARTA – Bencana banjir melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur sejak Jumat (7/3).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, banjir melanda Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan sejak Jumat malam.
“Banjir dipicu adanya hujan deras dan banjir kiriman dari daerah Utara Pegantenan, Palengan, dan Pakong,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (8/3).
Kondisi banjir itu menurut Abdul, melanda pemukiman warga dengan ketinggian muka air berkisar antara 40-100 sentimeter.
Selain itu, akibat banjir, 77 unit rumah warga terdampak. Hingga hari ini, BPBD Kabupaten Pamekasan masih melakukan pendataan kerugian materil akibat peristiwa banjir.
“BPBD setempat juga tetap berada di lokasi guna mengevakuasi warga apabila dibutuhkan,” ujarnya.
Menyikapi puncak musim hujan yang akan terjadi hingga pertengahan Maret 2025, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga.
Penguatan rantai peringatan dini bahaya hidrometeorologi perlu diperkuat. Melalui data dan informasi peringatan dini cuaca, warga dapat mempersiapkan diri apabila terjadi hujan deras lebih dari satu jam segera mengamankan barang-barang di rumah atau pun evakuasi dini ke tempat yang aman.

