HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau lokasi bencana hidrometeorologi, yakni banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (8/3) pagi.
Dalam kunjungannya kali ini, Wapres mengimbau agar warga yang terdampak tidak kembali bermukim di daerah sempadan sungai demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti yang turut mendampingi Gibran dalam agenda kunjungannya di Sukabumi.
Diana menjelaskan, bahwa Wapres telah mengintruksikan untuk dilakukan normalisasi sungai melalui pengerukan dan pengurangan sedimentasi guna memperlancar aliran air.
“Nanti saya harapkan juga penduduk-penduduk yang di sekitar sempadan sungai, jangan kembali lagi di sempadan sungai tadi, biarkan sungai tadi, kalau bisa diperlebar,” ujar Diana dalam keterangan pers, seperti dikutip Holopis.com.
“Dengan diperlebar maka jalannya air itu akan lebih leluasa, tidak mengganggu dan nantinya juga tidak berdampak kepada penduduk-penduduk yang diam di situ,” tegasnya.
Menurut Diana, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai menjadi perhatian, mengingat pentingnya mitigasi risiko untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.
Untuk itu terkait upaya relokasi warga ini, ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencarikan lahan yang sesuai untuk pemukiman warga yang selama ini bermukim di sampadan sungai.
“Nah, daerah mencarikan lahannya, mungkin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu nanti akan membangunkan rumahnya. Nanti akan dihitung sama Pak Gubernur,” tandasnya.
Sebagai informasi, hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, salah satunya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Diketahui, bahwa bencana yang melanda Sukabumi kali ini lebih dahsyat dari bencana yang terjadi sebelumnya pada November 2024 tahun lalu.
Akibatnya, sebanyak 24 kecamatan terdampak, dengan empat orang yang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya masih dalam pencarian.


