Nelayan di Madura Jadi Korban Serangan Bom, Diduga Konflik Batas Laut
SAMPANG - Sohib (35), nelayan Pulau Mandangin, Sampang, Madura, menjadi korban serangan bom oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Kejadian itu dialaminya saat mencari kepiting bersama rekannya, Sahroni (36) di perairan Modung, Bangkalan, Rabu (6/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban mengaku, pelaku penyerangan dilakukan oleh dua orang dari kapal lain yang berisi tujuh orang menggunakan bom molotov dan senjata api.
“Saya kena bom di kaki, juga kena tembak,” ujar Sohib, Jumat (7/3).
Karena luka parah, korban dievakuasi ke daratan, dan sempat dirawat di Puskesmas Sreseh, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Sampang.
Penjabat Kepala Desa Mandangin, Haris Budi Santoso, mengatakan, kejadian yang menimpa korban bukan kali pertama di wilayahnya.
Menurutnya, antara nelayan Mandangin versus nelayan Batah, Kwanyar, Bangkalan, kerap bersitegang terkait konflik batas laut penangkapan ikan.
“Polisi sudah menegaskan agar tidak ada aksi main hakim sendiri dalam rapat di Polres Bangkalan pada 20 Februari 2025 lalu. Tapi nyatanya, ini terus terjadi. Nelayan Mandangin selalu jadi korban,” tuturnya kesal.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah ikut turun tangan dalam penyelesaian persiteruan ini agar tidak ada lagi aksi main hakim sendiri.
Sementara itu, Humas Polres Sampang, Iptu Andi Amin, membenarkan kejadian ini di perairan Bangkalan.
“Iya, benar. TKP di perairan Bangkalan,” katanya melalui WhatsApp.
Hingga kini, kepolisian masih belum mengetahui identitas pelaku saat melakukan pencarian.
“Belum diketahui,” tandasnya.