Usai Meroket, IHSG Malah Nyungsep Lagi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (4/3).

Berdasarkan data yang dihimpun Holopis.com dari RTI Infokom, IHSG pada awal perdagangan tercatat sempat melemah 0,63 persen atau 41,03 poin ke level 6.478,6.

Padahal IHSG sempat mengalami rebound signifikan pada perdagangan Senin (3/3) kemarin, dimana indeks saham nasional itu sempat menguat hingga 3,97 persen atau 249,06 poin ke level 6.519,66.

Adapun penguatan tersebut terjadi setelah pada pekan lalu, IHSG mengalami tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir, bahkan juga ke level 6.485,4 pada perdagangan Kamis (28/2) lalu.

Adapun pada perdagangan hari ini, tercatat transaksi sebesar 1,90 miliar lembar saham di bursa senilai Rp 1,71 triliun, dari frekuensi transaksi sebanyak 138.915 kali transaksi.

Senada dengan pelemahan yang terjadi pada Selasa pagi, mayoritas saham yang diperdagangkan mayoritas melemah, yakni sebanyak 250 saham. Namun masih ada saham yang menguat sebanyak 168 saham, dan 178 saham lainnya stagnan.

- Advertisement -

Proyeksi IHSG Hari Ini

IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahan akibat aksi investor asing jual bersih atau net sell di bursa saham Indonesia pada hari ini, Selasa (4/3).

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan melihat, hal tersebut masih akan terjadi meskipun IHSG berhasil berbalik menguat atau rebound pada perdagangan Senin (3/3) kemarin.

Dia menyebut, rebound signifikan IHSG pada Senin kemarin secara teknikal dapat dijelaskan berdasarkan pola three black candles yang umumnya diikuti satu white candles.

Selain itu, keberadaan falling window yang ditutup dari technical rebound Senin kemarin juga memperkuat indikasi potensi dead cat bounce.

“Artinya, rebound tersebut bersifat temporer, mengingat Investor Asing kembali catat net sell, meski IHSG menguat signifikan,” ujar Valdy dalam riset hariannya, seperti dikutip Holopis.com.

Adapun pada hari ini, pasar akan memperhatikan pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait implementasi tarif pada Senin malam atau Selasa pagi WIB.

Dengan demikian, pasar di Indonesia kemungkinan
merespon konfirmasi implementasi tarif tersebut pada perdagangan Selasa hari ini.

“Pasar diperkirakan bereaksi negatif terhadap hal tersebut. Dari dalam negeri, aksi beli selektif seperti yang terjadi di Senin mungkin masih akan berlanjut di Selasa pada saham-saham bank berkapitalisasi besar, setelah ada update rating menjadi overweight atas BBRI dan BBNI oleh JP Morgan,” pungkas Valdy.

Adapun pada perdagangan hari ini, Valdy juga turut merilis rekomendasi saham-saham yang menjadi top picks pada hari ini, di antaranya yakni saham AALI, BRPT, ASII, ICBP, dan JSMR.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU