JAKARTA – Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen Suharyanto meninjau kondisi pemukiman warga di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdampak banjir dan longsor.
Dalam peninjaunnya pada Senin (3/3), Suharyanto didampingi wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi. Dalam rapat koordinasi, Ade Ruhandi menjelaskan setidaknya ada tujuh jembatan rusak karena terdampak banjir bandang yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi pada Minggu (2/3) malam. Bencana itu juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia karena hanyut saat menolong anggota keluarganya.
Di sisi lain, bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Bogor telah berdampak pada 1.399 jiwa dari 381 KK. Tidak hanya di Kecamatan Cisarua saja, bencana itu juga terjadi di sejumlah titik seperti Kecamatan Bojonggede, Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parung Panjang.
Melihat kondisi tersebut, Suharyanto kemudian memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengupayakan penanganan darurat yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga terdampak, baik kepada 346 jiwa yang mengungsi maupun mereka yang bertahan di rumah masing-masing.
“Tentu saja yang masih mengungsi ini, dipastikan nanti pemerintah daerah kabupaten bogor di bawah arahan bupati dan kami pemerintah pusat melalui BNPB kami pastikan kebutuhan masyarakat yang terkena banjir, khususnya yang mengungsi ini betul-betul kita penuhi semaksimal mungkin,” kata Suharyanto dalam arahannya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama BNPB juga akan mendukung pemulihan kondisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Menurut hasil kaji cepat, setidaknya ada 24 rumah rusak ringan, 1 rusak sedang dan 16 rumah rusak berat.
“Yang rumahnya rusak, baik ringan, sedang dan berat itupun akan diberikan bantuan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Suharyanto menjanjikan bahwa pihaknya akan mendukung pemulihan infrastruktur dalam waktu dekat, khususnya untuk penanganan jembatan yang rusak.
Suharyanto mengaku tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan dalam mobilisasi, terlebih beberapa minggu lagi Hari Raya Idul Fitri akan tiba.
Oleh karena itu, Suharyanto bakal meminta Mabes TNI untuk mengerjakan dukungan jembatan Bailey sehingga akses jalur dapat tersambung kembali dalam waktu kurang dari tiga minggu ke depan.
“Infrastruktur ada tujuh jembatan yang putus, yang belum tertangani ada enam. Kita pastikan nanti dalam waktu tidak terlalu lama, tiga minggu ini krusial, menjelang libur Idul Fitri dan libur nasional ini jangan sampai jembatan ini masih putus,” jelas Suharyanto.
“Kita akan gunakan jembatan Bailey, Kita akan berkoordinasi dengan TNI supaya jembatan ini bisa segera terpasang di lokasi yang masih putus,” imbuhnya.

