HOLOPIS.COM, JAKARTA – Musisi dan penulis Fiersa Besari akhirnya mengabarkan kondisi terkininya, dan turut mengungkapkan duka cita terhadap dua orang pendaki bernama Elsa Laksono dan Lilie Wijayati yang meninggal dunia akibat gejala AMS (Acute Mountain Sickness) ketika turun dari Puncak Carstensz.
Fiersa kemudian memberikan penjelasan kepada netizen, bagaimana sebenarnya kondisi dari Puncak Carstensz atau Carstensz Pyramid yang ia sebut berbeda dari gunung Indonesia pada umumnya.
“Mungkin yang tidak diketahui kawan-kawan yang kurang familier dengan dunia pendakian, Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya,” kata Fiersa di akunnya @fiersabesari, dikutip Holopis.com, Senin (3/3).
Ia kemudian menjelaskan tebing yang curam, bahkan mewajibkan para calon pendaki untuk benar-benar handal dalam menggunakan alat-alat tali untuk nain dan juga turun.
“Medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter (basecamp YV 4200-an MDPL – Puncak Jaya 4884 MDPL), mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun (ascending dan rappelling) sebagai safety procedure,” kata Fiersa.
Ia juga mengatakan berdasarkan prosedur keamanan, dalam ketinggian 4000-an MDPL, ditambah dalam keadaan cuaca buruk, maka pendaki tidak boleh berdiam diri terlalu lama.
“Apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama, sebab rentan terkena hiportemia,” jelasnya.
Baru Tahu Kabar Pendaki Meninggal Sesudah di Basecamp
Fiersa Besari ternyata tahu ada korban meninggal dunia di Puncak Carstensz ketika ia dah Furky Syahroni sudah tiba di basecamp YV, tepatnya mereka tiba pada pada 28 Februari 2025, 22:48 WIT, dan mendapat kabar pada 1 Maret 2024 pada pukul 04.00 WIT.
“Kaget dan sedih, tapi bersama orang-orang di YV, mengontak korban yang terjebak menggunakan HT agar tetap merespons, sampai akhirnya dijemput oleh para relawan, baik lokal ataupun internasional pada tanggal 1 Maret 2025,” jelas Fiersa.
Fiersa kemudian menjelaskan para korban tersebut akhirnya selamat, meski sempat mengalami masa kritis.
Sebagai informasi Sobat Holopis, Fiersa Besar merupakan salah satu dari sepuluh orang pendaki, yang terdiri dari tujuh WNI dan tiga WNA, serta lima guide yang mendaki Puncak Gunung Cartenz.
Dua orang pendaki bernama Elsa Laksono dan Lilie Wijayati meninggal dunia akibat gejala AMS (Acute Mountain Sickness) ketika turun dari puncak.

