HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan bersama Tim Satgas Pangan Unit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan telah menemukan rumah pemotongan hewan yang sengaja melakukan praktek menggelongong ayam di Pasar Kebayoran Lama.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir, sebab daging ayam glongongan dapat dilihat secara kasat mata.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan Agustinus Sidabalok saat dihubungi Holopis menyebutkan pihak Sudin KPKP Jakarta Selatan telah melakukan uji sampel pada air yang digunakan untuk praktek penggelonggongan ayam. Hasilnya air yang digunakan pelaku mengandung bakteri yang dapat merusak kualitas daging ayam.
“Ayamnya akan cepat busuk, kemudian juga konsistensinya itu akan menjadi lembek karena banyak air dan akan cepat berbau amis,” kata Hasudungan, Minggu (2/3/2025).
Atas peristiwa tersebut Hasudungan memberikan berbagi pengetahuan agar masyarakat dapat mengindentifikasi daging ayam segar atau berkualitas baik.
Agar terhindar membeli daging ayam glonggongan, Hasudungan mengatakan, bisa dilakukan dengan cara mengangkat dan melihat banyaknya air yang keluar dari ayam itu.
“Kalau ayamnya diangkat dan airnya tidak banyak yang menetes, berarti dia tidak glonggongan. Tapi, jika sebaliknya atau banyak air menetes berarti ayam itu telah disuntikan cairan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, untuk memastikan daging ayam berkondisi baik bisa dilakukan dengan dengan meraba pada bagian daging.
“Pastikan daging ayam dalam kondisi lembap, tidak basah berlebihan dan berlendir. Daging ayam yang sudah disuntik akan basah berlebihan dan kulitnya lebih licin. Baunya juga akan lebih amis,” terangnya.
Menurutnya, ciri daging ayam glonggongan juga bisa dilihat secara detail oleh pembeli, yakni dengan adanya bekas suntikan di bagian bawah atau dada ayam.
“Apabila dilihat secara detail, ada bekas suntikan yang di salah sata satu titik yang membuat ayam itu semakin besar karena diisi air,” bebernya.
Ia menegaskan, ciri lain dari ayam glonggongan adalah saat dimasak, baik dengan cara direbus atau digoreng maka akan terjadi penyusutan drastis.
“Apabila dimasak dengan cara digoreng itu juga akan terjadi cipratan air berlebih,” ucapnya.

