Potret Rakyat Palestina Salat Tarawih di Al-Aqsa Bikin Hati Tertegun

0 Shares

JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan dan menuju akhir perjanjian gencatan senjata, Hamas menyerukan warga Palestina agar pergi ke Masjid Al-Aqsa untuk melakukan ibadah salat Tarawih selama bulan suci Ramadan. Hamas mengatakan kepada masyarakat Palestina agar mereka berupaya pergi ke Masjid Al-Aqsa dengan keteguhan hati.

“Biarkan hari-hari dan malam-malam Ramadan yang penuh berkah didedikasikan untuk ibadah, keteguhan hati, dan perlawanan terhadap musuh,” demikin pernyataan Hamas, dikutip Holopis.com, Minggu (2/3).

- Advertisement -

Dalam beberapa foto yang menunjukkan masyakarat Palestina di Masjid Al-Aqsa, tampak mereka tetap khusyuk menjalankan salat Tarawih dengan segala keterbatasan.

Tak hanya mendorong warga agar beribadah ke Masjid Al-Aqsa, Hamas juga menyerukan agar masyarakat Palestina memberi dukungan dan bantuan kepada saudara-saudara mereka di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

- Advertisement -

Sebagai informasi Sobat Holopis, setiap tahunnya selama bulan suci Ramadan, Israel membatasi langkah masyarakat Palestina yang pergi ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang mereka kuasai.

Langkah Israel tersebut dipandang Palestina sebagai kebijakan Israel yang ingin ‘meyahudikan’ Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa. Palestina juga menganggap bahwa ini adalah langkah Israel untuk menghapus identitas Arab serta keislaman di wilayah itu.

Sementara itu, Masjid Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia untuk umat muslim. Namun masyarakat Yahudi mengklaim bahwa area itu adalah Temple Mount, yang merupakan situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Mahkamah Internasional atau The International Court of Justice pun menyatakan bahwa kependudukan Israel yang sudah berlangsung lama di Palestina adalah tindakan ilegal. Mereka pun dituntut untuk mengevakuasi pemukiman di Tepi Barat dan Timur.

Akhir dari Gencatan Senjata yang Tak Pasti

Sementara itu menuju gencatan senjata yang akan berakhir, nasib Gaza masih belum dapat dipastikan. Hal tersebut karena fase kedua negosiasi, termasuk terkait pelepasan sandera yang masih hidup, dan penarikan pasukan Israel di Gaza masih belum dimulai.

Di sisi lain, Israel dikabarkan ingin memperpanjang perjanjian gencatan senjata, agar lebih banyak sandera bisa dipulangkan, dan dengan bayaran mereka melepaskan banyak masyarakat Palestina yang ditahan di Israel.

Namun, mereka sedang berusaha membuat perjanjian tanpa harus menarik pasukan militer mereka dari Palestina.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru