BNPB : Banjir Masih Rendam Lima Kecamatan di Sidoarjo
JAKARTA - Bencana banjir hingga saat ini masih merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di sejumlah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, seperti di wilayah Sidoarjo. Wilayahnya yang terdampak banjir pada Senin (24/2) sore akibat hujan lebat yang mengguyur wilayahnya.
"Tercatat 5 kecamatan dan 10 desa dengan total 275 Kepala Keluarga (KK) terdampak," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (27/2).
Abdul menyebut bahwa kondisi genangan air masih mengalami kenaikan, Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi dari 10 hingga 35 cm. Oleh karena itu, petugas telah melakukan penyedotan dengan mobil pompa air, serta mengaktifkan rumah pompa dari Dinas PU Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Gresik diketahui sempat melanda sebanyak 15 desa di 4 kecamatan. Total setidaknya sebanyak 4.834 KK yang rumahnya terendam banjir.
Sementara itu, banjir di Kecamatan Balongpanggang telah surut, namun di Kecamatan Benjeng, Cerme dan Driyorejo masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi dari 5 hingga 120 cm.
Mengingat masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir di sejumlah wilayah tanah air, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.
"Warga diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, antara lain dengan membersihkan saluran drainase, mempersiapkan area penampungan air, memangkas dahan pohon untuk mengurangi potensi pohon roboh saat cuaca ekstrem serta menetapkan rencana kedaruratan dan evakuasi," imbaunya.