BNPB : 824 Warga di Kecamatan Bangil Terdampak Banjir
JAKARTA - Bencana banjir melanda pemukiman warga yang di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur pada Minggu (23/2).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa kondisi hujan deras menyebabkan debit air Sungai Dermo meluap.
"Akibatnya, air menggenangi permukiman warga di Kelurahan Latek, Desa Manaruwi, dan Desa Masangan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (25/2).
Banjir ini berdampak pada 201 kepala keluarga (KK) atau sekitar 824 jiwa. Selain itu, 201 unit rumah warga turut terdampak akibat tingginya genangan air yang bervariasi, mulai dari 10 cm di Desa Masangan hingga 50 cm di Desa Manaruwi.
"Sementara itu, genangan di Jalan Raya Pantura Kaliteluh, Kelurahan Latek, sudah mulai surut," imbuhnya.
Abdul menyebut bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengerahkan personel untuk melakukan assessment serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Sementara itu, pemantauan terhadap tinggi muka air (TMA) Sungai Dermo terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air lebih lanjut.
Abdul menyebut kondisi di beberapa titik masih tergenang, terutama di Desa Manaruwi dan Desa Masangan. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir.
"Upaya pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan daerah terdampak," ujarnya.