Arif Poyuono Harap Masyarakat Tak Panik Pindahkan Duit dari Bank Negara ke Swasta


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan bahwa masyarakat tak perlu risau dengan keberadaan BPI Danantara Indonesia. Hal ini disampaikan menyusul adanya gerakan tarik dana dari bank BUMN ke bank swasta.

Pun ia memahami bahwa gerakan penarikan dan pemindahan dana tersebut adalah bentuk kekhawatiran masyarakat atas asumsi bahwa dana mereka yang ada di bank-bank pelat merah tersebut akan ditarik oleh Danantara.

"Dana-dana yang ada di Danantara itu kan kebanyakan dari BUMN, kayak perbankan. Nggak mungkin Danantara itu memakai dana pihak ketiga dari perbankan tersebut, tapi yang dipakai adalah devidennya," kata Arief dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (25/2/2025).

Karena dana yang digunakan adalah dalam bentuk Deviden, maka dana nasabah dari perbankan tersebut tidak akan langsung terdampak pada tata kelola Danantara. Melainkan murni aset negara yang ada di bank-bank tersebut yang akan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi itu.

"Deviden memang bagian dari pemerintah yang telah dibagikan devidennya kepada masyarakat pemegang saham," sambungnya.

Ia mengharapkan agar masyarakat luas tidak panik dan menarik dana-dana mereka dari bank-bank negara untuk dipindahkan kepada bank-bank swasta. Menurutnya, situasi itu malah berdampak negatif serta bagian dari sentimen negatif yang tidak tepat pada Danantara.

"Dengan itu saja membuat danantara akhirnya negatif, bahwa rakyat tidak percaya dengan Danantara," tukasnya.

Hanya saja ia juga mengingatkan bahwa komunikasi publik terkait Danantara Indonesia kepada masyarakat harus diperkuat lagi, agar masyarakat luas lebih paham bagaimana mekanisme lembaga yang baru saja dirilis oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan.

"Tapi karena kurangnya public communication-nya, harusnya dijelaskan bahwa dana-dana di Danantara bukan dana pihak ketiga di perbankan, tapi deviden atau aset dari bank BUMN tersebut. Kalau aset itu berbeda dengan dana pihak ketiga," terangnya.

Lebih lanjut, Arief Poyuono mengatakan bahwa jika dari sisi niat yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto, Danantara tersebut memiliki tujuan yang sangat baik.

"Danantara tujuannya mulia, bagus," tandasnya.

Pun demikian, mekanisme pengawasan harus dilakukan dengan sedetail dan setransparan mungkin. Terlebih konstruksinya Danantara sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

"Tapi bagaimana nanti implementasinya di lapangan, masih tanda tanya. Karena Danantara itu kan BPI, badan pengelola investasi. Nggak beda jauh dengan BPJS Ketenagakerja," ucap Poyuono.

"Kalau BPJS Tenagakerja itu dananya miliki buruh dan pengusaha, kalau BPI Danantara itu dananya berasal dari BUMN BUMN dan Anggaran Belanja Negara," pungkasnya.

Tampilan Utama