JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Boalemo, Gorontalo dengan ketinggian air cukup beragam.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana banjir terjadi di Kabupaten Boalemo, Gorontalo pada Kamis (20/2).
“Banjir dipicu oleh meluapnya debit air sungai dan jebolnya tanggul sepanjang 30 meter pasca hujan dengan intensitas tinggi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (21/2).
Abdul menyebut bahwa banjir menerjang permukiman warga di Desa Kuala Lumpur dan Desa Rejonegoro yang berada di Kecamatan Paguyaman.
“Sedikitnya 35 unit rumah milik 35 kepala keluarga (KK) atau 115 jiwa terdampak, dengan rincian 20 KK / 70 jiwa di Desa Kuala Lumpur dan 15 KK / 45 jiwa,” ujarnya.
Meski demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir sudah mulai surut. Warga bahu membahu melakukan pembersihan sisa material dan lumpur.
Seiring dengan masih sering terjadinya bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah di Indonesia, Abdul mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah dan juga masyarakat untuk senantiasa waspada dan melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.
“Antara lain dengan memangkas ranting-ranting pohon yang dianggap berpotensi roboh, memantau kondisi tanggul dan rutin membersihkan saluran air dan sungai,” imbaunya.

