HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatullah menilai aksi unjuk rasa, khususnya yang digelar mahasiswa, harus direspons positif oleh semua pihak. Namun demikian, kata Syarief, rakyat mestinya bersabar. Sebab, saat ini Pemerintah membutuhkan dukungan semua lapisan untuk mewujudkan janji-janji politiknya.
“Unjuk rasa adalah hak demokrasi dan dijamin undang-undang. Tapi coba bayangkanlah, Pemerintah Prabowo ini kan baru seumur jagung, kok tuntutan aksinya seolah Prabowo sudah berkuasa puluhan tahun dan gagal dalam mewujudlkan cita-cita,” kata Syarief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Mestinya, lanjut Syarief, seluruh pihak memahami, Prabowo baru mulai mewujudkan janji-janji kampanye. Dari mulai Makan Bergizi Gratis, ketahanan pangan dan energi, hingga kebijakan efisiensi.
“Membangun itu ada prosesnya. Tidak ujug-ujug dalam sekian hari bisa dilihat dan dinikmati hasilnya. Dalam setiap kepemimpinan, selalu ada hal baru yang dilakukan,” pesannya.
Meski tema kampange keberlanjutan, tambahnya, bukan berarti Prabowo tidak memiliki visi ke depan dalam membangun bangsa.
Dalam melaksanakan kebijakan itu, Prabowo pasti tak dapat memuaskan seluruh rakyat. Karena setiap orang berbeda kepentingan dan selera. Namun bisa dilihat, arah kebijakan sejauh ini masih sesuai janji kampanyenya.
“Kalau dalam rangka menunaikan janjinya, semua pihak harus mendukung Pemerintah dengan segala konsekuensinya. Masa mau menunaikan janji saja sudah dikritik,” tuturnya.
Dia pun mengajak, rakyat dan mahasiswa bersabar dulu. Tidak bisa keberhasilan atau kegagalan lemerintah, dinilai hanya dalam 100 hari.
“Bolehlah itu sebagai kritik membangun, tapi tidak dalam rangka untuk menggagalkan kebijakan apalagi menurunkan Pemerintah,” tegasnya.
Yang jelas, aksi mahasiswa ini dinilai rawan ditunggangi oleh kepentingan di luar agenda mahasiswa. Dia berharap aksi mahasiswa tetap dalam koridor aksi damai.
Namun demikian, Syarief juga mengingatkan agar pejabat negara berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan atau dalam bertindak. Hindari pernyataan yang memperkeruh keadaan sehingga mudah di goreng oleh netizen.
Jangan pula mempertontonkan kehidupan mewah di saat rakyat sedang susah. Gunakan efisiensi anggaran ini untuk merasakan keprihatinan, jangan malah mengeluh. Lantas, adakan dialog untuk mencari solusi, jelaskan kepada masyarakat kebijakan Pemerintah sejelas-jelasnya, sehingga masyarakat paham apa yang hendak dicapai oleh Presiden Prabowo.
“Jangan diam saja, bantulah Pak Presiden , jangan biarkan Pak Presiden turun tangan sendiri,” imbaunya.


