Temui Mahasiswa, Prasetyo Hadi Ajak Mahasiswa Dialog Bareng
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menemui para demonstran dari Aliansi BEM SI dan Aliansi Masyarakat Sipil yang melakukan demonstrasi di depan Patung Kuda Arjuna Wiwana.
Dalam dialognya, ia menyatakan bahwa pemerintah pusat di bawah komando Presiden Prabowo Subianto sangat menghormati apa yang sedang diperjuangkan oleh Mahasiswa.
"Kami atas seiizin dan atas restu dari Bapak Presiden, kami memang ditugaskan untuk bertemu dengan adik-adikku semuanya," kata Prasetyo di atas mobil komando massa aksi, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).
Ia mengatakan bahwa pemerintah khususnya dirinya memantau perkembangan dinamika yang dilakukan oleh elemen Mahasiswa selama 4 (empat) hari terakhir ini. Ia bahkan merasa bangga dengan apa yang dilakukan Mahasiswa, yakni memperjuangkan apa yang mereka sedang yakini sebagai kebenaran.
"Beberapa hari ini kami melihat terutama saya, bangga dengan apa yang adik-adik perjuangkan. Karena sudah seharusnya lah adik-adik mahasiswa itu memiliki sikap kritis seperti yang adik-adik perjuangkan saat ini," ucapnya.
Bahkan ia mengaku seperti melihat dirinya saat masih aktif sebagai Mahasiswa. Melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan oleh para Mahasiswa dan masyarakat.
"Bagi saya, apa yang saudara-saudara perjuangkan apa yang bagian juga selama ini kami perjuangkan," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Prasetyo menyatakan bahwa Istana telah menerima dengan tangan terbuka apa yang menjadi poin-poin penting dari tuntutan para Mahasiswa tersebut.
"Sore hari ini saya menyatakan bahwa kami pemerintah dengan terbuka akan menerima tuntutan ini dan akan mempelajarinya," ujarnya.
Tidak hanya sekadar menerima berkas tuntutan Mahasiswa, Prasetyo juga mengajak perwakilan dari elemen mahasiswa tersebut untuk bisa berdialog secara langsung dengan pemerintah, terkait dengan materi tuntutan yang disampaikan itu.
"Saya ingin menawarkan mari saudara, tunjuk perwakilan-perwakilan saudara, kita berdialog, kita berdiskusi yang konstruktif, berikan masukan pada poin-poin yang saudara tuntut. Mana yang kurang tepat mari kita perbaiki bersama-sama," tutur Prasetyo.
Semua ini dilakukan karena pemerintah memandang bahwa Mahasiswa adalah mitra dalam membangun negara. Oleh sebab itu, persatuan dan kekompakan seharusnya dapat dibangun bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama.
"Kita semua ini satu bangsa, kita semua ini satu perahu, kita semua ini warga negara Indonesia. Saudara cinta tanah air, kami pun cinta tanah air, Saudara cinta merah putih kami pun cinta merah putih," tukasnya.
Bahkan, Prasetyo juga menyatakan pemerintah sangat memperjuangkan apa yang sebenarnya dituntut oleh Mahasiswa. Mulai dari kualitas pendidikan yang baik, akses pendidikan yang mudah, bahkan layanan pendidikan gratis.
"Kita pun menghendaki kualitas pendidikan yang berkualitas. Saudara menghendaki pendidikan yang layak, pendidikan yang murah, itu yang sedang kami perjuangkan. Mari kita kawal bersama-sama," tegasnya.
Dengan demikian, Prasetyo yang menyatakan diri sebagai abang dari para Mahasiswa akan membuka dengan tangan terbuka sebagai representasi pemerintahan Prabowo Gibran untuk berdialog secara konstruktif agar apa yang diperjuangkan dapat tercapai.
"Sekarang tugas saya, tak usah sebagai Menteri, tapi kakakmu lah, abangmu lah, abangndamu lah, mari kita duduk bersama, semua bisa dibicarakan, semua bisa didiskusikan. Semua saudara-saudara punya saluran untuk menyampaikan," tutur Prasetyo.
"Bukan berkegiatan seperti ini tidak diperbolehkan, tidak. Ini sesuatu yang sah dilindungi UU. Saya minta pak Kapolda ini adik-adik kita semua," sambungnya.
Usai bertemu dengan Prasetyo sebagai Mensesneg, para Mahasiswa pun sepakat untuk mengakhiri aksi dan meninggalkan lokasi dengan sangat tertib.