MANADO – Gunung Ruang, yang terletak di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali menunjukan peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, periode 16-31 Januari 2025 tercatat 22 kali gempa vulkanik dalam.
Meskipun angka ini jauh lebih rendah dibandingkan puncak aktivitas pada April-Mei 2024, peningkatan ini tetap menjadi perhatian.
“Tercatat 16 kali gempa embusan, satu kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa tektonik lokal dan 105 kali gempa tektonik jauh,” kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN yang dikutip Holopis.com dalam keterangannya, Rabu (12/2).
Aktivitas Gunung Ruang masih belum sepenuhnya normal, meskipun jumlah gempa vulkanik telah menurun signifikan dari rata-rata 1-3 kali per hari pada April-Mei 2024.
Asap kawah berwarna putih masih teramati dengan intensitas tipis hingga tebal, mencapai ketinggian 50-100 meter dari puncak. Pada tanggal 26 Januari 2025, tercatat 6 kali gempa embusan dan 3 kali gempa vulkanik dalam.
Kemunculan gempa vulkanik dalam mengindikasikan adanya suplai atau migrasi magma dari kedalaman ke permukaan. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi:
- Erupsi: Dengan potensi lontaran material pijar dan sebaran abu vulkanik yang dipengaruhi arah dan kecepatan angin.
- Lahar: Jika hujan deras terjadi di sekitar Gunung Ruang.
Meskipun status Gunung Ruang telah diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 18 Mei 2024 pukul 09.00 WITA, masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pihak berwenang tetap diimbau untuk waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Pemantauan aktivitas Gunung Ruang terus dilakukan. Penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan instansi terkait. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi potensi bahaya erupsi.


