Presiden Prabowo : Melindungi Tidak Bisa dengan Itikad Baik, Harus dengan Kekuatan

0 Shares

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya melindungi negara pada saat ini tidak cukup hanya memerlukan dengan itikad baik semata-mata.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan para komandan satuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dimana mulanya Presiden Prabowo mengenang perlawanan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan.

“Bapak-bapak pendiri bangsa, mereka yang memperjuangkan kemerdekaan melalui perlawanan terhadap penjajahan, perlawanan fisik terhadap imperialisme,” ucap Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Jumat (7/2).

Presiden Prabowo kemudian menjelaskan, para pendahulu pendiri negara sudah dari sejak awal menentukan bahwa fungsi negara adalah yang pertama adalah fungsi perlindungan.

“Fungsi melindungi, berarti pertahanan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan, fungsi perlindungan pada saat ini bukan semata-mata hanya dengan teori, namun harus dengan kekuatan.

- Advertisement -

“Kita tidak bisa melindungi dengan itikad baik, kita tidak bisa melindungi hanya dengan kata-kata, kita tidak bisa melindungi hanya dengan tulisan-tulisan, kita tidak bisa melindungi dengan teori,” tegasnya.

“Melindungi adalah dengan kekuatan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Prabowo menekankan bahwa jika sebuah negara ingin merdeka sesungguhnya, sudah seharusnya saat ini memiliki kekuatan besar.

“Sebuah negara ingin sejahtera, maka harus punya kekuatan untuk melindungi diri, melindungi seluruh kekayaan alam yang ada,” tandasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU