Habib Syakur Harap Pelaku Penembakan di Tol Balaraja Ditangkap dan Ditindak Tegas


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

JAKARTA - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengutuk aksi koboy yang dilakukan terduga sindikat penggelapan mobil rental yang menembak mati korbannya di Rest Area KM 45 Tol Tangerang - Merak pada Kamis, 2 Januari 2025 dini hari menjelang subuh.

"Saya mengutuk keras tindakan tersebut. Ini bentuk kriminalitas yang mencederai rasa kemanusiaan," kata Habib Syakur, Sabtu (4/1).

Apalagi pelaku penembakan diduga sebagai anggota aktif TNI Angkatan Laut. Menurutnya, dugaan kuat keterlibatan anggota TNI AL di dalam sindikasi yang menembak bos rental mobil Makmur Jaya Rental Motor tersebut menjadi ironi tersendiri.

"Pak Panglima sudah membenarkan dan sudah ditangkap oleh Pomal. Ini harus ditindak tegas," sambungnya.

Menurut Habib Syakur, TNI harus menggandeng Polri untuk mengusut tuntas sindikat ini. Apalagi dengan keterlibatan anggota militer aktif, sangat memungkinkan sindikat tersebut bisa dikategorikan sebagai spesialis.

"Usut sindikatnya, ke mana saja jaringannya. Kemudian senjatanya jenis apa, dari mana ia dapat senjata, dan sudah berapa lama beroperasinya," tuturnya.

Sebagai ulama dan tokoh agama asal Malang Raya, Habib Syakur menilai bahwa hukum harus ditegakkan. Apalagi jika melihat lagi video kronologi detik-detik penembakan, aksi para komplotan dianggap sebagai bentuk perencanaan. Sebab jelas keluarga Ilyas Abdurrahman yang merupakan pemilik Honda Brio yang digelapkan sindikat tersebut tak menggunakan senjata apa pun.

"Bisa dijerat hukuman maksimal, atau silakan tuntut hukuman mati. Ini bukan sekadar mencederai rasa kemanusiaan, tapi juga merusak wajah institusi TNI yang sangat kita hormati," tegasnya.

Kepada keluarga korban, ia menyampaikan rasa bela sungkawa. Habib Syakur yakin publik akan terus menyorot kasus ini sehingga dapat dituntaskan secara adil dan transparan.

"Insya Allah husnul khotimah. Mati di saat mempertahankan harta benda. Insya Allah syahid," ujarnya.

Evaluasi Polri

Lebih lanjut, di bali insiden tertembaknya Ilyas Abdurrahman juga tak lepas dari insiden penolakan pendampingan yang sempat diminta pihak keluarga korban kepada Polsek Cinangka. Di mana kabarnya, pihak Ilyas memohon pendampingian pengejaran unit mobil rental mereka karena dikuasai oleh pria bersenjata api.

Karena tak ada respons baik dari pihak Polsek Cinangka, Ilyas dan rombongan memilih meninggalkan kantor polisi tersebut dan memilih mengejar lagi mobil Honda Brio karena melihat di notifikasi GPS terjadi pergerakan setelah sebelumnya berhenti sejenak.

"Saya kita ini bagian dari aspek yang wajib dan harus dievaluasi oleh Polri. Khususnya Itwasum, segera lakukan pembinaan SDM lagi agar pasukan di jajaran paling bawah siap dan sigap. Masak sih Polisi kalah sama respons cepat petugas Damkar," ketusnya.

Untuk menyikapi insiden di Polsek Cinangka, Habib Syakur berharap Divisi Propam juga tidak sekadar melihat aspek yang disampaikan dari versi Kapolsek AKP Asep Iwan Kurniawan, akan tetapi juga periksa keluarga Ilyas yang sempat memohon pendampingian tersebut. Tujuannya agar ada pengujian apakah Kapolsek memang tidak mau karena unsur pembiaran, atau ada aspek lain sehingga permohonan masyarakat tidak dilayani.

"Pemeriksaan memang harus dilakukan secara dua arah, jangan satu aspek sehingga tidak imbang atau equal. Kalau memang Kapolseknya nggak berkompeten, sebaiknya diganti sembari Mabes Polri evaluasi pasukan," pungkas Habib Syakur.

Penembakan di Rest Area KM 45 Balaraja

Sekadar diketahui, bahwa kasus yang terjadi di Indomaret Rest Area KM 45 Tol Tangerang – Merak berlangsung pada hari Kamis, 2 Januari 2025 sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu, Ilyas bersama dengan putra dan karyawan Makmur Jaya Rental Motor hendak menggerebek terduga pelaku penggelapan mobil bermodus rental.

Di mana satu unit Honda Brio bernomor polisi B 2696 KZO diduga hendak dibawa kabur oleh pelaku. Namun diketahui, kawanan pelaku tak hanya ada di mobil Brio, akan tetapi ada juga satu unit Daihatsu Sigra hitam yang juga ikut menjadi sindikatnya.

Didapati, baik komplotan di mobil Honda Brio maupun Daihatsu Sigra membawa senjata api yang meletus di kawasan Indomaret. Satu orang dinyatakan meninggal dunia yakni Ilyas Abdurrahman (48). Nyawanya tak tertolong saat dibawa ke IGD RSUD Balaraja, Tangerang.

Sementara satu orang yang mengalami luka tembak di bagian tangan tembus ke perut adalah Ramli Abu Bakar (60). Saat ini, ia tengah dirawat intensif di RSCM Jakarta setelah sempat dirawat di RSUD Balaraja.

Tampilan Utama