KPU soal “Anak Abah” Coblos 3 Paslon : Mencoblos yang Benar, Itu Ada Mekanismenya

500
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua KPUD DKI Jakarta, Wahyu Dinata mengajak semua masyarakat untuk ikut menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada Jakarta tanggal 27 November 2024 mendatang. Hal ini menjadi seruan utama KPU sebagai penyelenggara pemilu, agar suara masyarakat dapat tersalurkan dengan baik.

“Pada prinsipnya kami dari KPU DKI mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar,” kata Wahyu dalam keterangannya, Senin (9/9) seperti dikutip Holopis.com.

Saat ditanya terkait dengan seruan gerakan “anak abah” yang hendak melakukan pencoblosan terhadap seluruh peserta Pilkada Jakarta, Wahyu pun melarangnya. Ia hanya mengatakan bahwa mekanisme pemilihan umum sudah ada dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat sebagai pemegang hak suara.

Di mana para pemilih berhak memilih satu dari 3 pasangan calon yang tertera di kerta suara nantinya. Sosok yang dipilih adalah pasangan yang dianggap paling tepat dan layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur 5 (lima) tahun ke depan untuk Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

“Tentunya mencoblos yang benar, itu ada mekanismenya,” tutur Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu Dinata juga menerangkan bahwa pihaknya akan mengintensifkan kembali sosialisasi kepada masyarakat. Dia menyebut KPU DKI akan mengedukasi pemilih untuk menggunakan hak pilih dengan benar.

- Advertisement -

“Kami akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi ke pemilih mengenai pentingnya menggunakan hak pilihnya dengan benar,” ujarnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa istilah “anak abah” adalah sebutan bagi para pendukung Anies Rasyid Baswedan. Diksi ini muncul sejak Pilpres 2024, di mana saat itu Anies maju sebagai Calon Presiden 2024 yang diusung oleh PKB, PKS dan NasDem.

Sementara itu, Anies Baswedan gagal maju sebagai bakal calon Gubernur Jakarta lagi setelah ditolak oleh PDIP. Di mana saat itu menjelang akhir pengumuman kandidat, Anies Baswedan sudah berkunjung ke kantor DPD PDIP DKI Jakarta, bahkan di hari pengumuman, ia sudah mengenakan kemeja batik merah ke kantor DPP PDIP dan bertemu dengan Rano Karno. Sayangnya, namanya batal diumumkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baru-baru ini, di akhir masa pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2024, Anies sempat akan dicalonkan di Pilgub Jabar untuk berduet dengan Ono Surono yang notabane adalah Ketua PDIP Jabar. Sayangnya di jam-jam terakhir pendaftaran, justru Anies batal maju. Sementara PDIP mencalonkan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU