Selasa, 18 Juni 2024
BerandaNewsInternasionalMenteri Israel Mundur, Netanyahu Merasa Dikhianati Anak Buah Sendiri?

Menteri Israel Mundur, Netanyahu Merasa Dikhianati Anak Buah Sendiri?

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali kehilangan anak buahnya. Salah satu Menteri Israel dari kabinet darurat Netanyahu, Benny Gantz mengundurkan diri dari jabatannya. Ia bahkan mengatakan sikap biadab Netanyahu membuat Israel akan susah mendapatkan kemenangan.

Jangan Lupa Berkurban !Cari Hewan Kurban Kuy Bareng Holopis.com

“Netanyahu menghalangi kita untuk mencapai kemenangan sejati,” Benny Gantz, dikutip Holopis.com, Senin (10/6).

Kepergian dari partai berhaluan tengah dari Benny Grantz disebutkan tidak akan terlalu mengancam pemerintahan Benjamin Netanyahu. Namun ini bisa memiliki dampak serius dan membuat Netanyahu harus bergantung pada kelompok garis keras.

Benny Gantz mengatakan meskipun dengan berat hati, namun ia yakin untuk meninggalkan pemerintahan Netanyahu.

Adsense

“Itulah sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini, dengan berat hati namun dengan penuh keyakinan,” kata Gantz.

Dampak Terhadap Israel

Perginya Benny Gantz mengakibatkan Benjamin Netanyahu akan kehilangan dukungan dari blok sentris yang telah membantu memperluas dukungan untuk pemerintah Israel dan luar negeri.

Apalagi Israel sangat membutuhkan dukungan ketika dunia mulai menuntut mereka menghentikan serangan mematikan di Palestina.

Benjamin Netanyahu Tak Mau Mengubah Rencana

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diketahui berkali-kali menolak desakan dunia internasional, untuk melakukan gencatan senjata permanen di Palestina.

Ia mengatakan bahwa pasukan militer Israel akan terus menyerang Palestina hingga kelompok Hamas benar-benar hancur hingga ke akar-akarnya. Mereka juga menolak untuk membiarkan Hamas tetap memiliki kekuasaan di Palestina.

“Setiap gagasan bahwa Israel akan menyetujui gencatan senjata permanen sebelum penghancuran kemampuan militer dan pemerintahan Hamas tidak akan berhasil,” demikian disampaikan kantor Perdana Menteri, dikutip Holopis.com, Minggu (2/6).

Israel pun menyebutkan bahwa perang Gaza tidak akan berakhir selama Hamas masih berkuasa di wilayah Palestina.

Sebagai informasi, saat ini korban meninggal Palestina sudah mencapai angka lebih dari 37.000 orang setelah 8 bulan diserang oleh Israel.

Temukan kami juga di Google News
BERITA LAINNYA

Ya Allah, Warga Palestina Harus Salat Idul Adha Bareng Reruntuhan Bekas Serangan Zionis Israel

Meskipun masih di bawah suasana horor akibat serangan tentara Israel, warga muslim di Palestina masih harus menjalankan ibadah salat Idul Adha, dan merayakan hari lebaran ini dengan penuh kesedihan dan tekanan.

Bagaimana Nasib Gencatan Senjata Israel dan Palestina Hari Ini?

Usaha gencatan senjata antara Israel dan Palestina masih terus diusahakan oleh berbagai pihak.

Tentara Israel Pajang Foto Wanita Palestina yang Diduga Diculik, Netizen Ngamok

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Perang antara Israel dan Hamas hingga sekarang masih jauh dari kata damai. Terlepas dari usaha berbagai negara untuk memberikan solusi kepada...
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029

HOLOPIS FEEDS