BNPB Kerahkan Berbagai Cara Tangani Banjir Demak Jateng

0 Shares

HOLOPIS.COM, JATENG – BNPB )Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan optimalisasi operasional Pompa Air Bergerak guna mengurangi genangan banjir yang masih merendam di beberapa titik di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Direktur DSDD BNPB Agus Riyanto mengatakan, strategi optimalisasi operasional pompa air bergerak ini merupakan hal yang mutlak dilakukan dan menjadi bagian dari sistem percepatan penanganan darurat banjir di wilayah hilir.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Hal ini mendesak dilakukan untuk mengurangi debit air secara signifikan pada wilayah yang masih tergenang oleh air, sehingga masyarakat yang terdampak oleh banjir ini dapat segera kembali ke rumahnya masing masing dan memulai kehidupannya kembali,” kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (18/2).

Adapun pompa air bergerak ini didatangkan langsung dari beberapa wilayah seperti Kota Semarang, Kota Solo, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pemalang melalui BPBD termasuk pompa milik BBWS.

- Advertisement -

Selain pengerahan pompa air, upaya percepatan penanganan banjir Kabupaten Demak juga dilakukan dengan penutupan dan pembangunan tanggul jebol.

Pekerjaan ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama lintas instansi terkait. Progres pengerjaan tanggul tersebut hingga hari ini telah mencapai 80 persen.

Dua upaya penanganan di wilayah hilir tersebut juga didukung dengan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dipelopori oleh BNPB, BMKG, BRIN, TNI dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, sebagai ikhtiar yang dilakukan di wilayah hulu.

Hal itu dilakukan guna redistribusi curah hujan agar tidak masuk ke wilayah Demak, sehingga proses penutupan tanggul dan pengurasan genangan banjir dapat dituntaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Ini adalah masalah air, ya. Jadi kalau terjadi hujan yang masif di wilayah hulu, maka seluruh pekerjaan di hilir (pembangunan tanggul dan pompa air) akan semakin berat,” jelas Agus.

“Tentunya kita harapkan agar sistem stimulan ini dapat berjalan secara beriringan,” lanjutnya.

Sementara itu, wilayah terdampak berkurang dari 8 menjadi 3 Kecamatan yakni Karanganyar, Mijen dan Gajah.

Penurunan wilayah terdampak banjir juga diikuti dengan berkurangnya jumlah pengungsi dari 27.389 menjadi 24.359 jiwa yang tersebar di 139 titik.

Adapun Jalur Pantura Demak-Kudus sudah dapat dilalui kendaraan roda 4, namun masih terdapat genangan di beberapa titik dengan ketinggian 10-30 cm. Terkait progres pembangunan atau penutupan tanggul jebol sudah mencapai 80 persen.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis