HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mwnyoroti minimnya investor saham syariah di pasar modal Indonesia. Padahal jumlah penduduk muslim Indonesia per 2023 mencapai lebih dari 240 juta atau sekitar 85 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 278 juta.
Berdasarkan data November 2023, jumlah investor saham syariah baru sebanyak 136.000 orang atau setara 2,6 persen dari total investor di bursa saham yang tercatat sebanyak 5 juta orang.
Melihat data tersebut, potensi pasar modal syariah sejatinya masih cukup menarik. Untuk itu, Iman menegaskan pihaknya akan menargetkan muculnya investor saham syariah baru sebanyak 1 juta hingga akhir tahun 2024 ini.
“Kami harapkan dengan pembukaan RDN (rekening dana nasabah), mudah-mudahan targetnya adalah di akhir tahun jumlah investor syariah bisa tembus di atas 1 juta,” kata Iman dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (10/1).
Apabila melihat data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022 menunjukkan tingkat literasi keuangan pasar modal Indonesia adalah sebesar 4 persen, dan inklusi keuangan di angka 5,19 persen.
Sementara literasi keuangan syariah Indonesia baru sebesar 9,14 persen. Angka itu cukup terpaut jauh bila dibandingkan dengan literasi keuangan konvensional yang telah mencapai 49,6 persen.
Meski begitu, pasar modal syariah di Tanah Air saat ini sudah semakin maju dan diminati. Hal ini tercermin dari jumlah saham syariah yang tercatat di BEI, dimana terdapat peningkatan sebesar 50 persen lebih selama 5 tahun terakhir.
“Dari 399 saham syariah pada 2014 menjadi saat ini 623 saham syariah, jumlah saham syariah ini merupakan 69 persen dari total saham tercatat di sebanyak 903 perusahaan,” kata Iman.
Sedangkan kapitalisasi pasar saham syariah, lanjut Iman, telah mencapai 52,7 persen dari total kapitalisasi pasar saham di BEI dengan nilai rata-rata transaksi harian 55 persen, dari rata-rata transaksi harian seluruh saham di BEI.