HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aiman Witjaksono merampungkan proses klarifikasinya dengan penyidik Polda Metro Jaya terkait dengan tuduhannya Polri tidak netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Usai menjalani proses klarifikasi tersebut, Aiman yang memasang muka lelah itu pun kembali menuduh adanya kejanggalan dalam kasus yang membuat dirinya menjadi terlapor tersebut.
Pelaporan terhadap saya itu juga sangat janggal karena pelaporan kepada saya dalam satu hari dengan serentak,” kata Aiman dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (5/12).
Aiman pun kebingungan karena saat ini dirinya menjadi terlapor meski dirinya sudah mengeluarkan tuduhan Polri tidak netral dalam Pemilu. Terlebih, ketika ancaman yang disampaikannya tersebut ternyata memiliki ancaman hukuman yang tidak ringan.
“Tapi pasal pasal yang dilaporkan kepada saya luar biasa berat terkait dengan ujaran kebencian dan SARA. Saya juga bingung darimana unsur SARAnya,” tuturnya.
Dari 60 pertanyaan yang telah dijawabnya, Aiman menjelaskan, pertanyaan yang dilontarkan kepadanya seputar pernyataannya yang terkait polisi tak netral dalam Pemilu 2024. Namun dia tidak bisa merinci contoh pertanyaan yang diterimanya.
“Ya materi-materinya tentu penyelidik ya yang kemudian nanti bisa menjelaskan. Tapi intinya bahwa seputar apa yang telah saya sampaikan di 11 November 2023 pada saat konpers di TPN Jalan Cemara nomor 19,” kilahnya.
Diketahui sebelumnya bahwa penyidik Polda Metro Jaya memanggil juru bicara TPN Ganjar Aiman Witjaksono untuk menjalani proses klarifikasi.
Panggilan itu sendiri menyusul pernyataan Aiman Witjaksono yang menyebut Polri tidak netral dalam Pemilu 2024.