Sabtu, 22 Juni 2024
BerandaNewsEkobizMeski Ekonomi Lesu, Tiongkok Masih Doyan Impor Barang dari RI

Meski Ekonomi Lesu, Tiongkok Masih Doyan Impor Barang dari RI

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti adanya potensi pelemahan ekonomi di Tiongkok. Namun potensi pelemahan ekonomi itu tak membawa dampak besar terhadap perdagangan Indonesia dengan negeri tirai bambu tersebut.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok pada Agustus 2023 yang terbilang masih cukup solid.

“Memang ada potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok tapi secara demand masih tumbuh positif,” kata Amalia dalam konferensi pers yang dikutip Holopis.com, Jumat (15/9).

Menurutnya, permintaan dari pasar Tiongkok masih akan terus ada karena perekonomiannya tidak mengalami kontraksi. Oleh sebab itu, ia menilai Tiongkok sebagai negara utama ekspor Indonesia akan tumbuh.

Penerbit Iklan Google Adsense

Tercatat nilai ekspor non migas ke Tiongkok pada Agustus 2023 naik 9,36 persen jika dibanding dengan bulan Juli 2023. Untuk komoditas yang mengalami kenaikan adalah lemak, minyak hewan nabati (HS15), kemudian besi dan baja (HS72) yang naik hingga mencapai 7,59 persen.

Sementara untuk nilai impor Indonesia ke Tipngkok pada Agustus 2023 ini justru mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Amalia menjelaskan, pangsa ekspor Tiongkok baik itu secara bulanan maupun tahunan mengalami peningkatan, dimana pada Agustus 2022, pangsa ekspor non migas Indonesia ke Cina sebesar 23,44 persen.

Sementara nilai ekspor non migas ke Cina pada Agustus 2023 tercatat sebesar US$ 5,38 miliar dengan pangsa sebesar 25,99 persen terhadap total nilai ekspor non migas.

Secara kumulatif dari Januari hingga Agustus 2023, pangsa ekspor non migas ke Cina meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Agustus tahun lalu, pangsa ekspor non migas Indonesia ke Cina mencakup 21,26 persen dari total ekspor non migas. Pada tahun ini meningkat menjadi 24,96 persen.

Bahan bakar mineral serta besi dan baja mendominasi ekspor non migas Indonesia ke Cina. Dalam dua tahun terakhir, ia mengatakan nikel dan barang daripadanya mulai masuk dalam lima besar ekspor non migas Indonesia ke Cina.

Temukan kami juga di Google News
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029
Sudaryono
BERITA LAINNYA

Dalam Sepekan, Modal Asing Rp 780 Miliar Minggat dari RI

Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal keluar atau capital outflow dalam sepekan terakhir cukup besar. Tercatat sepanjang pekan ketiga Juni 2024, modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 780 Miliar.

Kemenkeu Catat Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp 24,99 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara berupa pajak dari sektor usaha ekonomi digital hingga 31 Mei 2024 berhasil menembus angka Rp 24,99 triliun.

Bitcoin Makin Lesu Gegara Suku Bunga AS

Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed terhadap suku bunga AS berimplikasi terhadap menurunnya salah satu mata uang kripto, yakni Bitcoin.

BI Catat Uang Beredar Capai Rp 8.965 Triliun di Mei 2024

Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada periode Mei 2024 tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Harga Emas Antam Hari Ini Terjun ke Level Rp 1.357.000 per Gram

Harga emas batangan bersertifikat keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias emas Antam terpantau turun tajam pada perdagangan akhir pekan ini, Sabtu 22 Juni 2024.

Cuan Gede, Harga Emas Pegadaian Melejit Jadi Segini

Harga emas batangan yang dijual di PT Pegadaian (Persero), baik itu emas Antam maupun emas UBS kompak mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Sabtu 22 Juni 2024.

HOLOPIS FEEDS