JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pihaknya turut mengikuti perkembangan harga tandan buah segar atau buah kelapa sawit. Saat ini rata-rata mencapai angka Rp2.000 sampai 2.500.

Bila tangki terserap baik dalam bentuk minyak curah maupun ekspor, harapan Kapolri tandan buah segar yang dibeli oleh produsen dapat meningkat untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO).

“Di 51 wilayah sudah diangka 2.550. Harapan kita semua petani bisa mendapatkan harga antara 2.500 sampai dengan 3.000,” kata Sigit, saat acara Business Matching Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di Bali, Jumat (10/6).

Kapolri juga berharap dengan seluruh pengawasan baik terhadap buah sawit maupun pasokan minyak goreng dari hulu ke hilir dapat membuat semua pihak termasuk petani hingga produsen mendapat keuntungan yang sama.

Kemudian tak ada lagi permainan terkait dengan angka-angka fiktif atau spekulan ketersediaan minyak goreng khususnya jenis curah.

“Jadi harapan kita petani sejahtera, minyak goreng curah tersedia di pasar dan produsen melalui proses verifikasi pengawasan dari semua pihak terkait bisa melaksanakan ekspor, yang dalam posisi semua kewajibannya sudah dilaksanakan,” papar Sigit.

Kapolri juga menegaskan akan menindak siapapun yang melakukan penyimpangan terkait minyak goreng. Tak akan dibiarkan lolos kalau berani mencoba bermain. Contohnya Polri sudah menindak tegas spekulan yang melakukan repacking dan menjual dengan harga lebih tinggi.

“Kemarin kita sudah peringatkan repacking, sudah kita proses, ini apabila terus dilanjutkan kita akan proses tegas. Saya kira prosesnya seperti itu, kita ingatkan lalu ada yang kita proses tegas. Saya minta semua patuhi apa yang menjadi komitmen kita bersama,” Kapolri.

Sebelumya, Kapolri memastikan anggotanya sudah diterjunkan guna mengawasi ketersediaan dan harga minyak goreng jenis curah. Mulai dari tingkat produsen hingga ke pasar.

Setiap hari Polri bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi serta Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian mengawasi kurang lebih 17 ribu pasar tradisional.