JAKARTA, HOLOPIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (8/2).
Melansir dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini melemah 0,23 persen ke level 6.789,52.
Pada pedagangan hari ini, Pelemahan IHSG tak terlalu curam berkat aliran dana (inflow) dari asing. Tercatat pembelian bersih (net buy) asing di pasar reguler mencapai Rp1,29 triliun, setelah net buy asing mencapai Rp2 triliun.
Adapun saham-saham yang paling banyak diborong asing adalah saham BBRI dan BMRI dengan net buy masing masing mencapai Rp 630 miliar dan Rp 324 miliar.
Sedangkan saham ASII dan LPPF pada perdagangan hari ini menjadi saham yang paling banyak dilepas asing, dengan nilai penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 70 miliar dan Rp 36 miliar.
Pelemahan IHSG pada hari banyak dipicu oleh sentimen negatif yang berasal dari dalam negeri. Salah satunya yakni kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah aglomerasi.
Selain itu, kabar dari Bank Indonesia (BI) juga turut membawa sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG hari ini. Di mana BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) RI pada Januari 2022 turun sebesar USD 3,6 persen ke level USD 141,3 miliar.
Tak hanya dari dalam negeri, sentimen negatif dari luar, seperti kabar soal data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan pada Kamis mendatang juga membawa dampak buruk terhadap pergerakan IHSG. Pasalnya, para konsensus analis meramal angka inflasi AS akan berkisar di angka 7,2 persen year on year (yoy), yang merupakan inflasi tertinggi sejak Februari 1982.
Ditambah dengan kabar bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bp) pada Maret mendatang.



