Kasus Omicron Melonjak, Jokowi: Jangan Lagi Ada Dispensasi Karantina Apalagi Bayar!

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Presiden Jokowi menyalahkan melonjaknya varian Omicron di Indonesia seluruhnya akibat impor dari para pelaku perjalanan luar negeri.

Dalam Rapat Terbatas hari ini, Jokowi mengakui kasus varian Omicron sudah melonjak menjadi 136 kasus dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

“Kalau kita lihat, kenaikan menjadi 136 kasus ini hampir seluruhnya berasal dari kasus impor,” kata Jokowi, Senin (3/1).

Dalam Ratas tersebut, Jokowi kemudian menekankan perlu dilakukan pengetatan secara maksimal proses karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri. Kepada BIN dan Polri, Jokowi memerintahkan agar pengawasan karantina tidak lagi jadi dijadikan ajang manfaat oleh para oknum.

“Oleh sebab itu, saya minta betul-betul utamanya yang berkaitan dengan Omicron ini adalah karantina bagi yang datang dari luar negeri. Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi. Saya harapkan sekali lagi BIN, Polri yang menyangkut urusan karantina agar betul-betul diawasi betul,” tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga mendorong persiapan pusat kesehatan dengan melonjaknya varian omicron yang telah mencapai angka ratusan. Sebab, saat ini pemerintah sudah menggerakan kembali roda perekonomian dan sektor pendidikan yang sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Oleh sebab itu, saya ingin ingatkan kembali langkah-langkah yang harus kita lakukan, utamanya mengenai persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang kita miliki, baik pusat maupun daerah. Karena tadi pagi saya mendapat informasi bahwa sudah terjadi transmisi lokal kasus Omicron sehingga prosedur mitigasi harus betul-betul kita siapkan,” imbaunya.

Sementara itu, mantan Walikota Solo itu juga mendorong agar proses vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia bisa segera tercapai.Sebab, dengan target vaksinasi yang sudah mencapai 281 juta dosis, akan mudah untuk menyelesaikan selanjutnya.

“Kita harapkan terus kita kejar sesuai dengan target yang telah kita berikan, sehingga segera kita bisa menyelesaikan baik dosis 1 maupun dosis 2. Karena stok vaksin yang saya terima dari Menteri Kesehatan, betul-betul kita pada posisi yang melimpah,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU