JAKARTA, HOLOPIS.COM – Amerika Serikat memberlakukan tak semua turis yang sudah divaksin Covid-19 data masuk ke wilayahnya.
Melansir Associated Press pada Senin (22/11), hal ini terjadi lantaran beberapa vaksinasi Covid-19 yang digunakan turis tak diakui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebelumnya, AS mewajiibkan seluruh turis yang berusia dewasa yang datang ke negaranya untuk divaksin penuh. Vaksin yang digunakan juga harus disetujui FDA atau WHO.
Di antara vaksin yang paling banyak digunakan, terdapat dua vaksin yang tidak memenuhi kriteria yakni vaksin Sputnik V Rusia dan vaksin CanSino China. Sputnik V diizinkan untuk digunakan di lebih dari 70 negara sementara CanSino telah digunakan pada sembilan negara. Saat ini WHO masih menunggu lebih banyak data tentang kedua vaksin sebelum mengambil keputusan.
Vaksin yang diakui FDA dan WHO akan diuji dan dilakukan peninjauan untuk menentukan keamanan dan efektivitasnya.
Dari seluruh vaksin yang digunakan secara internasional, para ahli mengatakan beberapa kemungkinan tidak akan diakui oleh lembaga tersebut.
“Tidak semuanya akan dievaluasi dalam uji klinis dengan ketelitian yang diperlukan,” kata Direktur Eksekutif Pusat Akses Vaksin Internasional Johns Hopkins, Dr. William Moss.