JAKARTA, HOLOPIS.COM – Mengutip The Times of India, Varian Delta dari virus corona telah bermutasi menjadi versi yang mungkin kebal terhadap antibodi monoklonal yang digunakan dalam pengobatan COVID-19.
Varian Delta (B.1.617.2) dari SARS-CoV-2 pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020, dan telah diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang mengkhawatirkan.
Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE), sebuah badan pemerintah Inggris, mengatakan India telah melaporkan enam kasus Delta-AY.1 pada 7 Juni. Delta-AY.1 telah memperoleh mutasi protein lonjakan K417N.
“Pada 7 Juni 2021, 63 genom Delta dengan K417N telah diidentifikasi di Kanada, Jerman, Rusia, Nepal, Swiss, India, Polandia, Portugal, Jepang, dan AS”, kata PHE pada 11 Juni dalam dokumen terbarunya tentang varian virus corona.
Mutasi K417N juga merupakan salah satu mutasi yang ditemukan pada varian Beta (B.1.351) SAR-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.
Dr Vinod Scaria, dokter dan ahli biologi komputasi, Institute of Genomics and Integrative Biology (IGIB), New Delhi melalui tweet nya, memberikan beberapa wawasan tentang garis keturunan varian Delta yang muncul dari virus corona.
Terdeteksi di Indonesia, Apa itu Varian Jenis Delta COVID- 19?
- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.
Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.

