JAKARTA – Ekonom sekaligus politisi dari PDIP, Kwik Kian Gie meninggal dunia pada hari Senin 28 Juli 2025 malam sekira pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan. Hal ini setelah ia menjalani perawatan medis selama dua bulan karena gangguan sistem pencernaan yang dideritanya.
Lantas saat ini, jenazah Kwik Kian Gie tengah disemayamkan di Rumah Duka di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat. Sembari menunggu agenda kremasi yang akan dilakukan pada hari Kamis, 31 Juli 2025 besok siang.
Kabar rencana pengkremasian yang akan dilakukan terhadap jasad Kwik Kian Gie disampaikan oleh putra sulungnya, yakni Kwik Ing Lan. Ia menyampaikan bahwa proses kremasi terhadap ayah handanya tersebut akan dilakukan secara tertutup.
“Pak Kwik akan dikremasi secara privat untuk keluarga saja,” kata Kwik Ing Lan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).
Untuk itu, rumah duka akan dibuka hingga Rabu nanti malam sebelum jenazah dibawa ke lokasi kremasi.
Alasan proses kremasi dilakukan tertutup karena sudah menjadi keputusan dari pihak keluarga. Apalagi Kwik Kian Gie digambarkan sebagai sosok yang sederhana, sehingga prosesi kremasi hanya dilakukan dengan sederhana dan tidak mewah namun tetap khidmat.
Kwik Kian Gie dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi kepada Indonesia. Bahkan cita-citanya menjadi politisi dan pendidik sudah ia pendam sejak dari Amsterdam, Belanda. Di mana kala itu setelah menyelesaikan studi di Universitas Erasmus Rotterdam, ia meniti karir hingga akhirnya bisa pulang kembali ke Indonesia.
Beberapa perusahaan besar pernah ia dirikan, hingga akhirnya pada tahun 1987 ia melepas karir bisnisnya dan memilih mendirikan kampus yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII). Selain itu, ia pun bergabung dengan PDI menjadi salah satu Ketua DPP partai bermadzhab Marhaenisme tersebut.
Dalam karir politiknya, Kwik Kian Gie pernah menduduki kursi di DPR RI walaupun tak genap setahun karena mendapatkan tugas dari pemerintahan Gus Dur – Megawati saat itu menjadi Menko bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri.
Bahkan jabatan lain pernah ia duduki, yakni sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) setelah kekuasaan pusat dipegang oleh Megawati Soekarnoputri akibat Gus Dur dilengserkan oleh MPR RI kepemimpinan Amien Rais kala itu.

