Inggris Akan Akui Palestina Sebelum Sidang PBB

5 Shares

JAKARTA Inggris Raya diperkirakan akan mengambil langkah bersejarah dengan mengakui negara Palestina secara resmi. Keputusan ini disebut akan diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer pada Minggu (21/9), hanya dua hari sebelum dimulainya sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, mengonfirmasi rencana tersebut dan menegaskan pentingnya keputusan itu bagi masa depan proses perdamaian.

- Advertisement -

“Setiap langkah untuk mengakui Palestina adalah bagian dari usaha kami untuk menjaga prospek solusi dua negara tetap hidup,” kata Lammy, dikutip Holopis.com, Minggu (21/9).

Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Inggris, lebih dari satu abad setelah Deklarasi Balfour pada 1917 yang mendukung pembentukan tanah air bagi orang-orang Yahudi di Palestina, serta 77 tahun setelah berdirinya Israel di atas wilayah mandat Inggris kala itu.

- Advertisement -

Fokus Isu Palestina di PBB

Sidang umum PBB tahun ini diperkirakan akan menyoroti isu kedaulatan Palestina setelah puluhan tahun pendudukan Israel. Keputusan Inggris untuk memberikan pengakuan disebut menjadi sinyal kuat bahwa dukungan internasional terhadap solusi dua negara semakin menguat.

Pemerintah Inggris sebenarnya sudah memberi sinyal sejak Juli lalu untuk mengubah pendekatannya. Saat itu, London menyatakan pengakuan akan diberikan pada saat yang dianggap memberi dampak paling besar, kecuali Israel memenuhi sejumlah syarat, seperti menghentikan serangan di Gaza, berkomitmen pada perdamaian jangka panjang, serta membuka akses bantuan kemanusiaan.

Situasi Gaza Memburuk

Namun, kondisi di Gaza dalam beberapa minggu terakhir terus memburuk. Serangan intensif militer Israel membuat ribuan warga sipil mengungsi dan menghadapi krisis pangan yang kian parah.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (20/9), Israel Defense Forces (IDF) mengklaim telah menyerang sekitar 100 target di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Sasaran serangan meliputi infrastruktur bawah tanah, gudang senjata, hingga lokasi kelompok militan.

Pasukan darat IDF juga memperluas operasi di Kota Gaza, menggempur jaringan terowongan, bangunan yang dipasangi jebakan, serta posisi operasional Hamas termasuk titik yang digunakan penembak jitu.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis