<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MPR RI &#8211; Holopis.com</title>
	<atom:link href="https://holopis.com/tag/mpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://holopis.com</link>
	<description>Berita Terbaru dan Terkini Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jun 2026 10:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://i0.wp.com/holopis.com/wp-content/uploads/2025/06/Favicon-Holopis.com_.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>MPR RI &#8211; Holopis.com</title>
	<link>https://holopis.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210353980</site>	<item>
		<title>Detik-Detik Ratusan Mahasiswa UI Terkepung di Flyover Semanggi, Ini Kronologinya</title>
		<link>https://holopis.com/2026/06/12/detik-detik-ratusan-mahasiswa-ui-terkepung-di-flyover-semanggi-ini-kronologinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gesha Yuliani Nattasya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 11:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[aparat kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[bahan bakar minyak]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UI]]></category>
		<category><![CDATA[Bundaran HI]]></category>
		<category><![CDATA[Flyover Semanggi]]></category>
		<category><![CDATA[FMN]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Desa Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=567392</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, Holopis.com – Ratusan mahasiswa BEM UI dan FMN terhenti di Flyover Semanggi saat hendak menuju Bundaran HI setelah diadang aparat kepolisian dalam aksi di Jakarta. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) dilaporkan sempat terhenti di kawasan Flyover Semanggi, Jakarta, Jumat (12/6/2026) siang, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Holopis.com</strong> – Ratusan mahasiswa BEM UI dan FMN terhenti di Flyover Semanggi saat hendak menuju Bundaran HI setelah diadang aparat kepolisian dalam aksi di Jakarta.</p>
<p>Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) dilaporkan sempat terhenti di kawasan Flyover Semanggi, Jakarta, Jumat (12/6/2026) siang, saat hendak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.</p>
<p>Aksi tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI dengan membawa sejumlah tuntutan terhadap pemerintah.</p>
<p>Namun, rombongan mahasiswa mengaku dihadang aparat kepolisian di tengah perjalanan.</p>
<p>Rombongan mahasiswa disebut berangkat dari Kampus UI Depok sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan puluhan bus.</p>
<p>Massa aksi bergerak menuju pusat kota Jakarta dengan tujuan akhir Bundaran HI, lokasi yang direncanakan sebagai titik penyampaian aspirasi.</p>
<p>Dalam perjalanan, rombongan melewati jalur utama menuju kawasan Sudirman-Thamrin.</p>
<p>Namun, sesampainya di sekitar Flyover Semanggi, laju kendaraan rombongan terhenti karena adanya pengamanan ketat aparat kepolisian.</p>
<p>Di lokasi, terlihat personel kepolisian berjaga dan melakukan pengaturan arus massa.</p>
<p>Rombongan mahasiswa yang berada dalam sejumlah bus tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan ke arah Bundaran HI.</p>
<p>Situasi tersebut menyebabkan rombongan tertahan di lokasi.</p>
<p>Beberapa mahasiswa kemudian turun dari kendaraan dan melakukan komunikasi dengan aparat di lapangan untuk meminta akses jalan agar dapat melanjutkan aksi.</p>
<p>Pihak mahasiswa menyebut sempat terjadi proses negosiasi antara perwakilan massa dan aparat kepolisian.</p>
<p>Namun, izin untuk melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI tidak diberikan.</p>
<p>Dalam perkembangan di lapangan, aparat disebut mengarahkan massa aksi untuk memindahkan titik unjuk rasa ke kawasan lain, yakni sekitar Gedung DPR/MPR RI.</p>
<p>Namun, perubahan lokasi tersebut tidak langsung disepakati oleh peserta aksi yang telah mengajukan pemberitahuan sebelumnya.</p>
<p>Akibat situasi tersebut, sempat terjadi dorong-dorongan ringan antara sebagian massa dan aparat di sekitar lokasi penghadangan.</p>
<p>Kondisi tetap terkendali setelah aparat melakukan penjagaan ketat dan mengatur posisi massa di flyover.</p>
<p>Dalam aksi yang direncanakan, BEM UI dan FMN membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah.</p>
<p><strong>Di antaranya adalah:</strong><br />
1. Stop pemborosan APBN<br />
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)<br />
3. Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih<br />
4. Hentikan militerisme di ranah sipil<br />
5. Mendesak pemerintah melakukan evaluasi dan pengakuan atas berbagai kebijakan yang dinilai bermasalah</p>
<p>Selain itu, mahasiswa juga menyerukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk ikut menyuarakan aspirasi, termasuk mahasiswa, buruh, guru, pedagang, hingga komunitas lainnya.</p>
<p>Hingga siang hari, rombongan mahasiswa masih berada di sekitar Flyover Semanggi dalam pengawalan aparat kepolisian.</p>
<p>Belum ada kepastian apakah massa akan kembali melanjutkan perjalanan menuju titik aksi awal atau mengikuti arahan untuk berpindah lokasi.</p>
<p>Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pengalihan rute maupun pembatasan akses menuju Bundaran HI.</p>
<p>Situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap kondusif dengan pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan secara bertahap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">567392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengamanan Aksi BEM UI, Kapolda Metro : Gas Air Mata Tak Bisa Sembarangan, Senpi Tak Dibawa Aparat</title>
		<link>https://holopis.com/2026/06/12/pengamanan-aksi-bem-ui-kapolda-metro-gas-air-mata-tak-bisa-sembarangan-senpi-tak-dibawa-aparat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gesha Yuliani Nattasya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 10:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Asep Edi Suheri]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UI]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Hermanto]]></category>
		<category><![CDATA[Bundaran HI]]></category>
		<category><![CDATA[gas air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan pokok]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[pemborosan APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Metro Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Senjata Api]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=567379</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, Holopis.com – Pengamanan demo BEM UI berjalan ketat, Kapolda Metro Jaya menegaskan tidak ada senjata api dan gas air mata hanya digunakan atas perintah. Polda Metro Jaya menegaskan pendekatan persuasif dalam pengamanan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang digelar di kawasan Bundaran HI hingga Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Holopis.com</strong> – Pengamanan demo BEM UI berjalan ketat, Kapolda Metro Jaya menegaskan tidak ada senjata api dan gas air mata hanya digunakan atas perintah.</p>
<p>Polda Metro Jaya menegaskan pendekatan persuasif dalam pengamanan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang digelar di kawasan Bundaran HI hingga Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Aparat gabungan TNI-Polri dipastikan tidak membawa senjata api selama pengamanan berlangsung.</p>
<p>Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, menekankan bahwa penggunaan gas air mata tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh personel di lapangan.</p>
<p>Seluruh tindakan pengendalian massa yang bersifat eskalatif harus berada dalam kendali komando langsung dirinya.</p>
<p>“Penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya. Tidak ada yang bisa menembak sendiri, harus perintah,” ujar Asep saat memimpin apel pengamanan di kawasan DPR/MPR RI.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan aksi berjalan sesuai standar operasional dan menghindari tindakan berlebihan di lapangan.</p>
<p>Kapolda juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai peserta aksi harus dipandang sebagai warga yang menyampaikan aspirasi, bukan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan aparat.</p>
<p>Menurut Asep, pendekatan humanis menjadi prinsip utama yang harus dipegang seluruh personel yang bertugas.</p>
<p>Ia meminta aparat tetap mengedepankan sikap sabar, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan komunikasi dalam menghadapi massa aksi.</p>
<p>Sejalan dengan arahan Kapolda, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto memastikan bahwa seluruh personel gabungan TNI-Polri yang diterjunkan tidak dibekali senjata api.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung pimpinan sebagai bentuk komitmen menjaga situasi tetap kondusif serta menjamin rasa aman bagi peserta aksi.</p>
<p>“Tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini,” kata Bhudi.</p>
<p>Ia menambahkan, aparat yang bertugas di lapangan diarahkan untuk mengedepankan pelayanan yang humanis dan tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang.</p>
<p>Selain itu, aparat juga diingatkan agar tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba memprovokasi jalannya aksi.</p>
<p>Untuk mengamankan jalannya aksi BEM UI, Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.088 personel gabungan TNI dan Polri.</p>
<p>Ribuan personel tersebut disebar ke sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk Bundaran HI, Patung Kuda, Gedung DPR/MPR RI, hingga kawasan Cikini Raya.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sekitar 3.802 personel berasal dari Polda Metro Jaya, 586 personel dari Polres Metro Jakarta Pusat, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel Korsabhara, serta 500 personel TNI.</p>
<p>Pengamanan dilakukan secara berlapis untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan.</p>
<p>Polisi juga melakukan pengaturan mobilitas massa agar tidak terpusat di satu titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan parah.</p>
<p>Polda Metro Jaya mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.</p>
<p>Aparat juga meminta massa untuk tidak membawa barang-barang berbahaya serta tetap menjaga ketertiban umum selama aksi berlangsung.</p>
<p>Polisi turut mengingatkan adanya potensi pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan situasi demonstrasi untuk kepentingan tertentu.</p>
<p>Oleh karena itu, peserta aksi diminta tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi.</p>
<p>“Kami mengingatkan agar memperhatikan sekitar dan tidak memberi ruang bagi kelompok yang ingin menunggangi aksi,” ujar Bhudi.</p>
<p>Selain itu, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa Bundaran HI bukan titik utama penyampaian aspirasi, sehingga massa akan diarahkan menuju kawasan Patung Kuda atau Gedung DPR/MPR RI agar kegiatan lebih terorganisir.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, BEM UI menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.</p>
<p>Di antaranya adalah desakan penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.</p>
<p>Mahasiswa juga menyoroti isu militerisme di ruang sipil serta meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik publik. Mereka menilai kebijakan yang ada perlu dikaji ulang agar lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.</p>
<p>Sebelumnya, BEM UI juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jakarta atas potensi kemacetan yang terjadi akibat aksi di kawasan pusat ibu kota tersebut.</p>
<p>Dengan pengamanan ketat namun tetap tanpa penggunaan senjata api serta pembatasan tindakan represif, aparat berharap aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">567379</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidayat Nur Wahid: Kolaborasi Petugas dan Ulama Jadi Kunci Kelancaran Puncak Haji</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/23/hidayat-nur-wahid-kolaborasi-petugas-dan-ulama-jadi-kunci-kelancaran-puncak-haji/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ibnu Idris]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 04:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayat Nur Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=561545</guid>

					<description><![CDATA[MAKKAH – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menilai kolaborasi antara petugas haji, pemerintah, dan ulama menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan jemaah berjalan optimal menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). “Jemaah haji kita mendapatkan bimbingan maksimal dari pimpinan kloter, kepala rombongan, kepala regu, serta kehadiran para ulama besar yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKKAH – </strong>Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menilai kolaborasi antara petugas haji, pemerintah, dan ulama menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan jemaah berjalan optimal menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).</p>
<p>“Jemaah haji kita mendapatkan bimbingan maksimal dari pimpinan kloter, kepala rombongan, kepala regu, serta kehadiran para ulama besar yang menyertai calon jemaah haji di sini,” kata Hidayat usai meninjau sektor 7 Misfalah, Makkah, Jumat (22/5/2026).</p>
<p>Dalam kunjungannya ke lokasi penempatan jemaah Kloter JKG 02 Jakarta Selatan itu, Hidayat mengaku bersyukur melihat kesiapan pendampingan yang diberikan kepada para jemaah menjelang puncak ibadah haji.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan tokoh agama seperti pengurus Majelis Ulama Indonesia hingga ulama daerah menjadi kekuatan tersendiri untuk memastikan pelaksanaan ibadah tetap sesuai tuntunan fikih sekaligus menyesuaikan kondisi lapangan yang telah diatur pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.</p>
<p>Ia menilai pola komunikasi antara petugas dan pembimbing agama tersebut ideal diterapkan di seluruh kloter haji Indonesia karena mampu membantu menyelesaikan persoalan jemaah sejak dini.</p>
<p>“Permasalahan di tingkat kloter akan terselesaikan, bahkan sebelum masalah muncul, jemaah sudah mendapatkan solusi,” ujarnya.</p>
<p>Hidayat juga mengingatkan pentingnya pelayanan optimal mengingat sebagian besar jemaah telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Karena itu, ia turut mengecek langsung berbagai aspek pelayanan mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi jemaah. Menurutnya, secara umum para jemaah tidak menyampaikan keluhan berarti selama berada di Makkah.</p>
<p>Meski demikian, Hidayat meminta seluruh kekurangan yang masih ditemukan di lapangan segera dilaporkan agar dapat dibahas bersama kementerian terkait untuk dilakukan perbaikan.</p>
<p>“Kalau ada hal yang perlu diperbaiki, laporkan kepada saya sebagai wakil rakyat untuk dibicarakan perbaikannya dengan kementerian berwenang, bukan sekadar mencari kesalahan,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia dan difabel yang dinilai membutuhkan pelayanan berbeda baik dari sisi kesehatan maupun pelaksanaan ibadah.</p>
<p>“Lansia memiliki hukum dan rukhsah tersendiri secara fikih. Secara medis juga dimungkinkan mereka tidak sepenuhnya bisa melaksanakan ibadah,” kata Hidayat.</p>
<p>Ia menyebut pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyiapkan layanan khusus bagi kelompok rentan tersebut. Namun pengawasan tetap akan diperkuat agar pelayanan maksimal benar-benar terlaksana saat puncak haji berlangsung.</p>
<p>“Kami akan mengadakan rapat dengan menteri untuk mengingatkan agar seluruh daya upaya benar-benar dimaksimalkan dalam membantu calon jemaah haji,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">561545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet Minta KBPP Polri Jadi Perekat Sosial di Tengah Ancaman Radikalisme dan Hoaks</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/15/bamsoet-minta-kbpp-polri-jadi-perekat-sosial-di-tengah-ancaman-radikalisme-dan-hoaks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ibnu Idris]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 15:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo]]></category>
		<category><![CDATA[KBPP]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=559202</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya memperkuat soliditas Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri sebagai mitra strategis negara dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan tantangan keamanan nasional saat ini berkembang semakin kompleks, mulai dari ancaman kejahatan siber, penyebaran radikalisme [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211; </strong>Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya memperkuat soliditas Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri sebagai mitra strategis negara dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan tantangan keamanan nasional saat ini berkembang semakin kompleks, mulai dari ancaman kejahatan siber, penyebaran radikalisme melalui ruang digital, hoaks yang memecah belah masyarakat, hingga praktik premanisme yang mengganggu stabilitas sosial dan investasi.</p>
<p>“KBPP Polri harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu merawat persatuan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi jembatan antara rakyat dengan institusi negara. Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, soliditas organisasi menjadi faktor penting untuk menjaga Indonesia tetap aman, teduh, dan produktif,” ujar Bamsoet saat menghadiri pembukaan Munas VI KBPP Polri di Jakarta, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Menurut Bamsoet, ancaman terhadap keamanan nasional kini tidak lagi selalu berbentuk konflik fisik, tetapi juga infiltrasi ideologi ekstrem melalui media sosial serta penyebaran provokasi yang menyasar generasi muda.</p>
<p>Ia menilai kondisi keamanan nasional yang relatif kondusif sepanjang 2025 menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Bamsoet mengungkapkan, berdasarkan data Polri, sepanjang 2025 aparat kepolisian menangani lebih dari 325 ribu kasus kejahatan dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 76,22 persen. Sementara itu, Densus 88 juga berhasil mempertahankan status <em>zero terrorist attack</em> selama tiga tahun berturut-turut.</p>
<p>“Keamanan nasional tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat negara. Dibutuhkan partisipasi masyarakat sipil yang aktif, terorganisir, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. KBPP Polri memiliki posisi strategis karena lahir dari tradisi pengabdian dan disiplin yang melekat pada keluarga besar Polri,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Bamsoet menilai KBPP Polri perlu memperkuat perannya sebagai organisasi kader kebangsaan yang mampu menjangkau generasi muda di tengah bonus demografi Indonesia.</p>
<p>Ia mengingatkan, tanpa pembinaan yang kuat, ruang digital dapat menjadi lahan subur bagi penyebaran intoleransi, propaganda radikalisme, hingga berbagai bentuk kriminalitas baru.</p>
<p>“Anak-anak muda harus diajak masuk dalam gerakan kebangsaan yang konkret. KBPP Polri harus aktif hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan karakter, literasi digital, kegiatan sosial, dan penguatan wawasan kebangsaan,” tuturnya.</p>
<p>Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan institusi negara dalam menjaga ketertiban sosial.</p>
<p>Menurutnya, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat mampu mencegah konflik sosial berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.</p>
<p>“KBPP Polri harus menjadi contoh organisasi yang mengedepankan dialog, gotong royong, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Bangsa ini membutuhkan perekat sosial yang mampu menjaga keseimbangan di tengah derasnya polarisasi akibat kontestasi politik maupun tekanan ekonomi global,” pungkas Bamsoet.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">559202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Shindy Lutfiana Dipecat Brand Usai Jadi MC LCC 4 Pilar, Efek Ucapan “Perasaan Adik-adik Saja”</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/14/shindy-lutfiana-dipecat-brand-usai-jadi-mc-lcc-4-pilar-efek-ucapan-perasaan-adik-adik-saja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gesha Yuliani Nattasya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 16:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Avi Catering]]></category>
		<category><![CDATA[MC LCC 4 Pilar]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Shindy Lutfiana]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[X]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=558790</guid>

					<description><![CDATA[HOLOPIS.COM, JAKARTA – Shindy Lutfiana dikabarkan kehilangan kerja sama brand usai viral jadi MC LCC 4 Pilar dan melontarkan ucapan kontroversial. Nama Shindy Lutfiana kembali jadi sorotan publik usai kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI viral di media sosial. Kali ini, Shindy dikabarkan kehilangan kerja sama dengan sebuah brand setelah pernyataannya saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>HOLOPIS.COM, JAKARTA </b>– Shindy Lutfiana dikabarkan kehilangan kerja sama brand usai viral jadi MC LCC 4 Pilar dan melontarkan ucapan kontroversial.</p>
<p>Nama Shindy Lutfiana kembali jadi sorotan publik usai kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI viral di media sosial.</p>
<p>Kali ini, Shindy dikabarkan kehilangan kerja sama dengan sebuah brand setelah pernyataannya saat menjadi MC menuai kritik tajam dari netizen.</p>
<p>Polemik bermula ketika Shindy menjadi pembawa acara dalam ajang LCC 4 Pilar MPR RI.</p>
<p>Saat itu, SMAN 1 Pontianak diketahui melayangkan protes terkait dugaan ketidakadilan dalam perlombaan tersebut.</p>
<p>Namun ucapan Shindy yang dianggap meremehkan protes peserta justru memicu kemarahan publik.</p>
<p>Kalimat “perasaan adik-adik saja” yang dilontarkannya viral di X hingga TikTok dan terus menjadi bahan perbincangan netizen.</p>
<p>Imbas kontroversi tersebut, sebuah brand katering bernama Avi Catering dikabarkan resmi menghentikan kerja sama dengan Shindy Lutfiana.</p>
<p>Kabar itu pertama kali ramai lewat unggahan akun X @jakartalk pada 13 Mei 2026.</p>
<p>“Avi Catering resmi memutus hubungan kerja dengan Shindy Lutfiana, MC yang bertugas di LCC MPR,” tulis akun tersebut.</p>
<p>Dalam unggahan yang beredar, terlihat pula pengumuman resmi dari pihak Avi Catering terkait keputusan mereka menghentikan kerja sama dengan Shindy.</p>
<p>“Per tanggal 12 Mei 2026 Avi Catering resmi memutus kerja dengan MC yang bernama Shindy Lutfiana. IG: Shindy_mcwedding. Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi,” demikian isi unggahan brand tersebut.</p>
<p>Keputusan itu langsung memicu perdebatan di media sosial.</p>
<p>Sebagian netizen menilai Shindy memang melakukan kesalahan dalam memilih ucapan saat acara berlangsung.</p>
<p>Namun ada juga yang menganggap dirinya hanya berusaha mencairkan suasana dan kini justru menjadi sasaran kemarahan publik.</p>
<p>“Kasihan Kakak ini, sebenarnya niat dia untuk mencairkan suasana aja, tapi cara dia sedikit salah sih. Karena juri konyol ini, dia jadi kehilangan pekerjaannya,” tulis akun @petra_jyawrdana.</p>
<p>Komentar lain juga menyebut Shindy disebut kehilangan sejumlah pekerjaan usai kontroversi tersebut viral.</p>
<p>“Pantes dia curhat di TikTok gegara ngemci di CC MPR dia banyak kehilangan job dan yang bikin dia tambah kesal teman-teman seprofesinya banyak yang senang dan merayakan kejatuhan dia,” tulis akun @nophie1889.</p>
<p>Tak sedikit pula netizen yang menilai pihak juri seharusnya ikut bertanggung jawab atas polemik yang terjadi di ajang LCC 4 Pilar tersebut.</p>
<p>“Pembuat keputusan dalam hal ini dewan jurilah yang harus bertanggung jawab 100 persen, lalu kemana mereka sekarang? Ngeles lalu menghilang,” komentar akun @iyan_concept.</p>
<p>Sampai saat ini, MPR RI maupun Shindy Lutfiana belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait polemik yang terus bergulir di media sosial.</p>
<p>Nama Shindy sendiri kini masih ramai diperbincangkan di X dan TikTok.</p>
<p>Banyak netizen menyoroti bagaimana satu ucapan viral bisa berdampak besar terhadap karier seseorang di era media sosial saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">558790</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral! Profil 2 Juri dan MC Acara LCC MPR RI Terungkap, Sempat Gaslighting Peserta</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/13/viral-profil-2-juri-dan-mc-acara-lcc-mpr-ri-terungkap-sempat-gaslighting-peserta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gesha Yuliani Nattasya]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Dyastasita Widya Budi]]></category>
		<category><![CDATA[Indri Wahyuni]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bagian]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Biro]]></category>
		<category><![CDATA[LCC]]></category>
		<category><![CDATA[LHKPN]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Cerdas Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengkajian Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretariat Badan Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretariat Jenderal MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Shindy Lutfiana]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=558270</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, HOLOPIS.COM &#8211; Profil 2 juri LCC MPR RI dan MC acara akhirnya terungkap, momen mereka saat debat peserta ikut jadi sorotan publik. Jagat media sosial lagi-lagi dibuat heboh dengan gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat. Bukan cuma soal adu pengetahuan para peserta, tapi juga aksi protes di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, HOLOPIS.COM &#8211;</strong> Profil 2 juri LCC MPR RI dan MC acara akhirnya terungkap, momen mereka saat debat peserta ikut jadi sorotan publik.</p>
<p>Jagat media sosial lagi-lagi dibuat heboh dengan gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.</p>
<p>Bukan cuma soal adu pengetahuan para peserta, tapi juga aksi protes di ruang lomba yang akhirnya menyeret nama para juri dan MC acara ke sorotan publik.</p>
<p>Dua sosok juri yang kini ramai dibahas adalah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.</p>
<p>Keduanya diketahui memiliki jabatan strategis di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI dan disebut-sebut memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan.</p>
<p>Dyastasita Widya Budi saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi.</p>
<p>Ia juga tercatat memiliki pangkat Pembina Utama (IV/e).</p>
<p>Berdasarkan laporan LHKPN 2026, total kekayaannya berada di kisaran ratusan juta rupiah setelah dikurangi utang.</p>
<p>Sementara itu, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.</p>
<p>Dari data LHKPN periode 2025, total harta kekayaannya tercatat mendekati Rp4 miliar, meski juga memiliki kewajiban utang hampir Rp1 miliar.</p>
<p>Nama keduanya mendadak ramai dibicarakan bukan hanya karena jabatan, tapi juga karena dinamika yang terjadi di arena lomba.</p>
<p>Polemik bermula saat salah satu tim peserta memberikan jawaban yang dianggap benar, namun situasi menjadi rumit ketika tim lain juga menyampaikan jawaban serupa dan dinilai sah oleh dewan juri.</p>
<p>Ketegangan pun tak terhindarkan. Tim peserta sempat melayangkan protes karena merasa keputusan juri tidak konsisten.</p>
<p>Suasana ruang lomba yang awalnya kompetitif berubah jadi sedikit panas dan penuh debat.</p>
<p>Di tengah situasi itu, keputusan juri tetap dipertahankan, yang kemudian memicu reaksi lanjutan dari peserta lain.</p>
<p>Yang tak kalah viral adalah pernyataan <em>Master of Ceremony</em> (MC), Shindy Lutfiana.</p>
<p>Ia menutup sesi perdebatan dengan kalimat yang kemudian ramai dikutip netizen.</p>
<p>“Mohon diterima keputusan dewan juri, karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten,” ujarnya dalam tayangan resmi yang beredar di YouTube MPR RI.</p>
<p>Namun, bagian lanjutan ucapannya yang menyebut bahwa kemungkinan itu hanya “perasaan peserta” dan meminta untuk melihat ulang tayangan, justru memicu reaksi beragam di media sosial.</p>
<p>Sebagian warganet menilai pernyataan itu terlalu menegaskan keputusan juri di tengah protes yang belum selesai reda.</p>
<p>Seiring viralnya insiden tersebut, nama Shindy Lutfiana ikut trending.</p>
<p>Ia dikenal sebagai MC dan presenter yang sering membawakan acara resmi pemerintahan, termasuk kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI.</p>
<p>Akun media sosialnya pun ikut diserbu warganet.</p>
<p>Dari penelusuran publik, ia pernah menggunakan username berbeda di Instagram sebelum akhirnya kembali aktif dengan nama yang lebih singkat.</p>
<p>Peristiwa ini langsung memicu perdebatan di media sosial.</p>
<p>Ada yang menilai kejadian tersebut wajar dalam kompetisi, namun ada juga yang menyoroti cara komunikasi di panggung yang dianggap kurang sensitif terhadap peserta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">558270</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Tak Adil! SMAN 1 Pontianak Bongkar 4 Temuan Mengejutkan di LCC MPR</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/13/diduga-tak-adil-sman-1-pontianak-bongkar-4-temuan-mengejutkan-di-lcc-mpr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gesha Yuliani Nattasya]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:25:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[4 Pilar]]></category>
		<category><![CDATA[Artikulasi Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[LCC]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Cerdas Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Sambas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=558250</guid>

					<description><![CDATA[HOLOPIS.COM, JAKARTA – SMAN 1 Pontianak angkat suara soal LCC MPR Kalbar, ungkap 4 temuan mengejutkan terkait dugaan ketidakadilan dan minta klarifikasi resmi. Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat kian melebar. SMAN 1 Pontianak resmi angkat suara dan mendesak klarifikasi setelah merasa ada ketidakadilan dalam proses penilaian yang viral [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>HOLOPIS.COM, JAKARTA </b>– SMAN 1 Pontianak angkat suara soal LCC MPR Kalbar, ungkap 4 temuan mengejutkan terkait dugaan ketidakadilan dan minta klarifikasi resmi.</p>
<p>Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat kian melebar.</p>
<p>SMAN 1 Pontianak resmi angkat suara dan mendesak klarifikasi setelah merasa ada ketidakadilan dalam proses penilaian yang viral di media sosial.</p>
<p>Pihak sekolah menyampaikan keberatan melalui akun resmi mereka, usai salah satu siswi, Josepha Alexandra, dinilai mendapat pengurangan nilai meski dianggap menjawab benar.</p>
<p>Di saat yang sama, jawaban serupa dari sekolah lain justru diberi nilai penuh oleh dewan juri.</p>
<p>Situasi ini memicu sorotan publik dan membuat SMAN 1 Pontianak merinci sedikitnya empat temuan yang dianggap janggal dalam pelaksanaan lomba tersebut.</p>
<p><strong>1. Jawaban Sama, Nilai Berbeda</strong></p>
<p>Temuan pertama, SMAN 1 Pontianak menyoroti adanya kesamaan substansi jawaban antara tim mereka dan SMAN 1 Sambas.</p>
<p>Namun, hanya satu pihak yang dinyatakan benar oleh juri tanpa penjelasan transparan.</p>
<p>Kondisi ini dinilai menimbulkan tanda tanya besar terkait objektivitas penilaian.</p>
<p><strong>2. Dugaan Kurang Fokus dan Relasi Kuasa</strong></p>
<p>Temuan kedua yang tak kalah mencuri perhatian adalah dugaan kurang fokusnya dewan juri dalam beberapa momen penilaian.</p>
<p>Bahkan, pihak sekolah menyebut adanya indikasi relasi kuasa yang memengaruhi jalannya lomba.</p>
<p>Menurut mereka, proses klarifikasi tidak dilakukan secara memadai sebelum keputusan diambil, sehingga memunculkan kesan tidak proporsional.</p>
<p><strong>3. Artikulasi Jawaban Dinilai Jelas</strong></p>
<p>SMAN 1 Pontianak juga menegaskan bahwa jawaban siswanya disampaikan dengan artikulasi yang jelas dan tegas.</p>
<p>Karena itu, mereka menilai seharusnya tidak ada pengurangan nilai dalam jawaban tersebut.</p>
<p>Poin ini menjadi salah satu dasar utama keberatan pihak sekolah terhadap keputusan juri.</p>
<p><strong>4. Desakan Klarifikasi Resmi</strong></p>
<p>Temuan terakhir, SMAN 1 Pontianak secara resmi meminta pihak penyelenggara LCC MPR RI memberikan penjelasan terbuka terkait dasar penilaian juri.</p>
<p>Mereka juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh demi menjaga integritas serta kredibilitas ajang LCC 4 Pilar ke depan.</p>
<p>Kasus ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial.</p>
<p>Banyak warganet ikut mempertanyakan konsistensi penilaian juri dan meminta adanya peninjauan ulang, termasuk pemutaran rekaman lomba sebagai bahan evaluasi.</p>
<p>Hingga kini, pihak penyelenggara LCC MPR RI belum memberikan klarifikasi resmi tambahan terkait polemik yang terus bergulir tersebut.</p>
<p>Publik pun masih menunggu jawaban atas kontroversi yang dinilai mencoreng sportivitas kompetisi pendidikan ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">558250</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral Salah Nilai Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Dewan Juri Langsung Dinonaktifkan</title>
		<link>https://holopis.com/2026/05/12/viral-salah-nilai-lomba-cerdas-cermat-mpr-ri-dewan-juri-langsung-dinonaktifkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dani Yoga]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 14:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[DPD RI]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Cerdas Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=558202</guid>

					<description><![CDATA[HOLOPIS.COM, JAKARTA &#8211; Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat berbuntut panjang. Setelah video penilaian peserta oleh dewan juri viral di media social. Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI akhirnya menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) dalam kegiatan tersebut. Keputusan itu diumumkan menyusul derasnya kritik publik terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HOLOPIS.COM, JAKARTA</strong> &#8211; Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat berbuntut panjang. Setelah video penilaian peserta oleh dewan juri viral di media social.</p>
<p>Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI akhirnya menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Keputusan itu diumumkan menyusul derasnya kritik publik terhadap proses penilaian di babak final lomba yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5).</p>
<p>“<em>Terkait ramainya pemberitaan di media sosial … mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini</em>,” demikian tulis pernyataan Setjen MPR RI diterima di Jakarta, dikutip pada Selasa, (12/5/2026).</p>
<p>Dalam pernyataan resminya, Setjen MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Pihak Setjen juga mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian saat final berlangsung.</p>
<p>MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan kebangsaan seperti LCC Empat Pilar seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang sehat.</p>
<p>Maka itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap mekanisme teknis perlombaan. Hal itu mulai dari sistem penilaian, verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan saat lomba berlangsung.</p>
<p>“<em>Agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel</em>,&#8221; lanjut keterangan Setjen MPR.</p>
<p>MPR RI juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Kritik dan masukan publik disebut menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas pendidikan kebangsaan.</p>
<p>“<em>Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas</em>,” demikian pernyataan itu.</p>
<p>Kontroversi berawal saat sesi pertanyaan rebutan pada babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.</p>
<p>Dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube MPRGOID, dewan juri memberikan pengurangan nilai kepada Regu C dari SMAN 1 Pontianak. Pengurangan itu dilakukan saat menjawab pertanyaan terkait pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p>Padahal, jawaban yang disampaikan regu tersebut dinilai sama dengan jawaban Regu B dari SMAN 1 Sambas yang justru mendapat nilai penuh.</p>
<p>Sebelumnya, Regu C menjawab. &#8220;Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,&#8221; jawab Regu C.</p>
<p>Namun, dewan juri memberikan pengurangan lima poin. Ketika pertanyaan dilempar ke regu lain, Regu B menyampaikan jawaban yang serupa.</p>
<p>&#8220;Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.&#8221;</p>
<p>Dewan juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar. &#8220;Ya, inti jawabannya sudah benar. Nilai sepuluh,&#8221; kata dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B.</p>
<p>Regu C pun mengajukan keberatan karena merasa jawaban mereka sama dengan regu B.</p>
<p>&#8220;Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,&#8221; kata perwakilan regu.</p>
<p>Namun, keberatan itu langsung dibantah dewan juri.</p>
<p>&#8220;Tadi disebutkan regu C, ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,&#8221; kata Dyastasita.</p>
<p>&#8220;Ada,&#8221; jawab siswi dari regu C.</p>
<p>Siswi itu kemudian mengulang kembali jawaban yang sebelumnya disampaikan.</p>
<p>&#8220;Tadi saya mengatakan seperti ini, anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski begitu, dewan juri tetap pada keputusan awal. &#8220;Dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,&#8221; kata Dyastasita menimpali.</p>
<p>Siswi Regu C pun agar dewan juri minta pertimbangan lain dengan melibatkan pendapat penonton.</p>
<p>&#8220;Pak, maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga? Mungkin dari penonton apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?&#8221; jawab siswi regu C lagi.</p>
<p>Namun permintaan tersebut ditolak. &#8220;Keputusan saya kira di dewan juri, ya,&#8221; ujar Dyastasita.</p>
<p>Sebelum lomba dilanjutkan, dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, turut beri penjelasan tambahan terkait artikulasi jawaban peserta.</p>
<p>Menurut dia, dari awal sudah diperingatkan bahwa artikulasi jelas dalam menjawab itu penting.</p>
<p>&#8220;Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya. Itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,&#8221; kata Indri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">558202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alarm Keras! Vaksin Anak Masih Rendah, MPR Angkat Bicara</title>
		<link>https://holopis.com/2026/04/25/alarm-keras-vaksin-anak-masih-rendah-mpr-angkat-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ronalds Petrus Gerson]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 11:55:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=553320</guid>

					<description><![CDATA[HOLOPIS.COM, JAKARTA &#8211; Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, meminta pemerintah segera meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi bagi tumbuh kembang anak. Seruan ini muncul setelah data terbaru menunjukkan masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar. Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, Lestari menegaskan bahwa vaksinasi bukan sekadar program kesehatan biasa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HOLOPIS.COM, JAKARTA &#8211;</strong> Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, meminta pemerintah segera meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi bagi tumbuh kembang anak. Seruan ini muncul setelah data terbaru menunjukkan masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar.</p>
<p>Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, Lestari menegaskan bahwa vaksinasi bukan sekadar program kesehatan biasa, melainkan fondasi utama bagi masa depan generasi bangsa.</p>
<p>&#8220;Vaksinasi dasar merupakan fondasi bagi tumbuh kembang setiap anak yang merupakan penentu arah masa depan bangsa sehingga upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap pemberian vaksinasi dasar harus konsisten dilakukan,&#8221; kata Lestari dalam keterangannya pada Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), per April 2026 tercatat lebih dari 2 juta anak di Indonesia belum menerima imunisasi dasar atau dikenal sebagai zero dose.</p>
<p>Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Tanpa vaksinasi, anak-anak berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit berbahaya yang bisa menghambat tumbuh kembang mereka.</p>
<p>Menurut Lestari, atau yang akrab disapa Mbak Rerie, rendahnya angka vaksinasi ini dipicu oleh masih maraknya misinformasi di masyarakat. Isu terkait keamanan dan kehalalan vaksin seringkali membuat orang tua ragu untuk membawa anaknya imunisasi.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, Rerie mendorong pemerintah memperkuat peran kader kesehatan di tingkat akar rumput. Tujuannya agar informasi yang benar dan akurat tentang pentingnya vaksinasi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai agar akses vaksinasi semakin mudah dijangkau masyarakat.</p>
<p>Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan angka imunisasi nasional sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program kesehatan pemerintah.</p>
<p>Dengan edukasi yang tepat dan akses yang semakin luas, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi anak terus meningkat.</p>
<p>&#8220;Sehingga terbangun kekebalan kelompok yang kuat sebagai fondasi mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan,&#8221; tambah Rerie.</p>
<p>Upaya ini menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">553320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>El Nino ‘Godzilla’ Datang, Wakil Ketua MPR: &#8220;Ada Atau Tidak, harus tetap Siapkan Mitigasi&#8221;</title>
		<link>https://holopis.com/2026/04/16/el-nino-godzilla-datang-wakil-ketua-mpr-ada-atau-tidak-harus-tetap-siapkan-mitigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ronalds Petrus Gerson]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 07:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://holopis.com/?p=550723</guid>

					<description><![CDATA[HOLOPIS.COM, JAKARTA &#8211; Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026. Ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadikan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)sebagai dasar dalam melakukan mitigasi. &#8220;Ada atau tidaknya El Nino, kita harus tetap bersiap menyikapi dampak perkiraan kemarau panjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HOLOPIS.COM, JAKARTA &#8211; </strong>Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026. Ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadikan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG)sebagai dasar dalam melakukan mitigasi.</p>
<p>&#8220;Ada atau tidaknya El Nino, kita harus tetap bersiap menyikapi dampak perkiraan kemarau panjang yang disampaikan BMKG. Dampak musim kemarau seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gagal panen harus dicegah sejak dini,&#8221; kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal, yakni mulai April hingga Juni. Fenomena yang disebut sebagai El Nino “Godzilla” juga diprediksi akan memperparah kondisi, membuat musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Data menunjukkan sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal. Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.</p>
<p>Perempuan yang akrab disapa Mbak Rerie itu menilai pemahaman masyarakat terhadap fenomena cuaca sangat penting untuk ditingkatkan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak salah dalam menafsirkan kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.</p>
<p>Menurutnya, peran pemerintah pusat dan daerah sangat krusial dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya mitigasi yang efektif dan terarah.</p>
<p>Rerie juga menekankan bahwa seluruh data yang dirilis BMKG harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Mulai dari penyediaan fasilitas hingga kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai musim kemarau mendatangkan bencana yang sebenarnya bisa dicegah,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dengan potensi kemarau yang lebih ekstrem, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar dampak buruk dapat diminimalisir sejak dini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">550723</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
