Polhukam

SIAGA 98 Sentil Budi Arie soal Wacana Pemilu 2029: Jangan Jadi Alat Kejar Kursi Kekuasaan

Muhammad Ibnu Idris
Bagikan:

JAKARTA – Koordinator SIAGA 98 Hasanuddin mengkritik pernyataan mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan Pemilu 2029 digelar lebih cepat.

Menurut SIAGA 98, wacana tersebut tidak memiliki dasar konstitusional yang jelas dan berpotensi menjadi bagian dari manuver politik untuk membangun kembali posisi tawar.

Hasanuddin menilai Pemilu merupakan agenda konstitusional yang tidak semestinya dijadikan instrumen untuk kepentingan politik personal.

“Pemilu 2029 tidak mungkin dipercepat, tetapi juga tidak mungkin diperlambat, karena Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pemilu secara konstitusional, demokratis, dan tertib sejak era Reformasi,” kata Hasanuddin dalam pernyataan pers SIAGA 98, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, pemilu merupakan mekanisme konstitusional untuk memastikan pergantian kekuasaan berlangsung secara periodik.

Karena itu, pembahasan mengenai percepatan maupun penundaan Pemilu 2029 harus ditempatkan dalam kerangka konstitusi, bukan sekadar wacana politik.

SIAGA 98 menilai pernyataan Budi Arie patut dicermati karena disampaikan ketika ruang politik nasional tengah diramaikan isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hasanuddin menduga wacana tersebut dapat berkaitan dengan upaya Budi Arie membangun kembali posisi politiknya di pemerintahan.

“Dalam konteks tersebut, SIAGA 98 melihat pernyataan Budi Arie lebih bernuansa pada keinginan politik personal untuk mempertahankan atau mendapatkan kembali akses terhadap kekuasaan, daripada sebuah agenda konstitusional yang memiliki dasar yang jelas,” ujarnya.

Dikaitkan dengan Isu Reshuffle

Hasanuddin mengatakan momentum munculnya pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu 2029 dipercepat bersamaan dengan pembicaraan mengenai reshuffle kabinet menjadi hal yang perlu diperhatikan.

SIAGA 98 melihat terdapat kemungkinan Budi Arie tengah berupaya kembali mendapatkan posisi strategis di pemerintahan Prabowo.
“SIAGA 98 melihat adanya kepentingan Budi Arie untuk kembali masuk ke dalam kabinet Prabowo,” katanya.

Menurut Hasanuddin, pernyataan mengenai Pemilu yang disampaikan di tengah dinamika reshuffle dapat dibaca sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa Budi Arie masih memiliki relevansi politik.

“Namun, dari perspektif politik, kemunculan wacana tersebut bersamaan dengan pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat patut dilihat sebagai bagian dari manuver untuk membangun kembali posisi politiknya,” ujarnya.

SIAGA 98 juga menyinggung isu yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan Budi Arie menggantikan posisi Raja Juli Antoni di PSI. Hasanuddin menyebut hal tersebut sebagai bagian dari spekulasi politik yang berkembang.

ARTIKEL TERKAIT