Ragam

Ribuan Warga di Kabupaten Nduga Terdampak Kekeringan

Ronald Steven
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan dilaporkan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Lokasi terdampak berada di Kampung Bowisa, Distrik Mugi, dan Kampung Mbuwa, Distrik Mbuwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, kondisi tersebut berdampak pada sekitar 1.156 kepala keluarga yang terancam mengalami kerawanan pangan.

“Selain itu, sekitar 2.325 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen,” kata Berton dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (28/8).

Berton mengungkapkan, sebagian warga terdampak telah mengungsi ke Distrik Walaik. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak, terutama terkait ketersediaan pangan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Berton kemudian mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat patroli dan pemantauan wilayah rawan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mempercepat penanganan apabila kebakaran mulai terdeteksi.

“Untuk menghadapi dampak kekeringan, masyarakat di wilayah rawan diimbau menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dan arahan pemerintah daerah terkait distribusi air bersih maupun bantuan lainnya,” imbaunya.

“Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan melalui pemantauan sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama masyarakat di wilayah pegunungan dengan akses yang sulit dijangkau,” tambahnya.

ARTIKEL TERKAIT