• OPINI

Sebagai Negara Maritim, Panglima TNI Harus Dipimpin oleh Angkatan Laut

Ketua Umum Indonesian Youth Community Network (IYCN)

OPINI LAINNYA

Lebih

    2 Tahun Jokowi-Maruf, Indonesia Bangkit dan Maju

    Kemerdekaan, Pancasila dan Pandemi Covid-19

    Jokowi, Bapak Indonesia Maju

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai institusi negara yang memiliki peran di bidang pertahanan dan keamanan sebagaimana telah diterangkan di dalam BAB IV Peran, Fungsi dan Tugas TNI UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI serta posisi yang sangat sensitif dan strategis di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengharuskan setiap kepemimpinan di TNI harus memiliki loyalitas, kapabilitas serta integritas yang tinggi.

    Pada tingkatan kepemimpinan menjadi Panglima TNI harus mampu menerjemahkan Transformasi dan Reformasi TNI menjadi kenyataan.

    Memasuki masa pergantian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada November 2021 mendatang, pergantian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

    Ada dua nama yang digadang-gadang menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yakni Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan Kasad Jenderal Andika Perkasa.

    “Laksamana TNI Yudo Margono dan Kasad Jenderal Andika Perkasa adalah putra terbaik bangsa, tapi kepentingan negara di atas segala-galanya”.

    Dalam hal pergantian Panglima TNI, Presiden Jokowi harus memperhatikan kebutuhan keamanan Negara di bidang militer Geopolitik – Geoekonomi dan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang strategis diapit oleh dua samudera (Hindia dan Pasifik) dua benua (Asia dan Australia) dan sepuluh negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia yakni; Australia, Timor Leste, Palau, Papua Nugini, Philipina, Vietnam, Singapura, Thailand, Malaysia dan India.

    Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Menko Maritim pada tahun 2018 tentang data rujukan wilayah kelautan Indonesia diantaranya: (1). Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km2; (2). Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km2; (3). Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km2; (4). Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km2; (5). Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km2; (6). Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km2; (7). Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km2; (8). Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km; (9). Jumlah pulau di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16.056 pulau.

    Data ini telah menampar kita sebagai negara yang selalu menkampanyekan Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia, tapi disisi lain bangsa ini lupa akan penting keamanan dan penguasaan lautnya. Berdasarkan referensi yang diperoleh dari total 90 persen perdangangan yang dilakukan via laut, lebih dari 40 persen melintasi laut Indonesia, diantaranya selat Malaka, Sunda, Lombok dan Makassar.

    Kembali pada tema siapa layak mengantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto? Tentu jawabannya adalah sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan maka yang layak untuk menjadi Panglima TNI berikutnya adalah Laksamana TNI Yudo Margono. Ini tidak hanya menjadi simbol kepemimpinan tetapi juga mempertegas Indonesia sebagai negara maritim yang tidak kehilangan Nahkoda.

    BERITA TERKAIT

    Lebih

      BERITA TERBARU

      TERPOPULER