• TEKNO

Hati-hati Berbagi Data Pribadi, Kejahatan di Internet Siap Mengintai

BERITA TERKAIT

Lebih

    LUWU TIMUR, HOLOPIS.COM – Sebanyak 1.016 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 13 Oktober 2021 di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

    Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Tips dan Trik Melindungi Data Pribadi”.

    Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini, yaitu Trainer Cek Fakta GNI & AJI, Muhammad Yunus; kreator konten, Andhy Loppes; Faculty Member Binus Business School & Ketua Bidang Program dan Edukasi IWITA, Anita Maharani; serta Divisi Kebebasan Berekspresi SAFEnet, Nenden Sekar Arum. Sedangkan moderator yaitu Agung Cahyono. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

    Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Memasuki sesi materi, Muhammad Yunus sebagai narasumber pertama menyampaikan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital”. Menurut Yunus, contoh informasi digital antara lain, unggahan berupa huruf dan angka, foto, video, infografis pada platform media sosial, laman, aplikasi penjualan, atau teknologi internet lainnya. Sedangkan identitas digital merupakan jati diri seseorang atau lembaga di dunia maya, seperti alamat surel, akun media sosial, atau nomor telepon. “Pentingnya memahami informasi, identitas, dan jejak digital untuk menambah pertemanan dan membangun solidaritas,,” katanya.

    Selanjutnya, Andhy Loppes menyampaikan paparan berjudul “Isu-Isu Etik Digital dan Penggunaan Teknologi”. Ia mengatakan, setiap konten yang dibagikan warganet di dunia maya merupakan wujud perwakilan dari dirinya. Selain itu, pesan tersebut juga akan sampai kepada orang lain yang kemudian bisa memberikan dampak tertentu. “Membagikan informasi dengan tujuan mengadu domba atau memperkeruh suasana adalah hal yang tidak baik, dan akan ada beban moral yang dibawa,” imbuh dia.

    Pemateri ketiga, Anita Maharani, memaparkan materi bertema “Melek Undang-Undang dan Bagaimana Melindungi Data Pribadi Kita”. Menurut dia, pemerintah telah menerbitkan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai bentuk perlindungan dan keamanan berinternet. Beberapa hal yang dilarang, antara lain sengaja mengubah informasi tanpa izin, merusak suatu sistem informasi, dan menakut-nakuti dengan berita yang tidak benar. “Tidak semua orang baik di internet, ada juga orang-orang jahat di sana. Sehingga, kesadaran warganet harus terus diasah,” ujarnya.

    Adapun Nenden S Arum, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Phising, Mengenali, Mencegah, dan Menanganinya”. Ia mengatakan, phising merupakan upaya pelaku kejahatan memperdaya target untuk memberikan data pribadi yang sensitif sehingga bisa dimanfaatkan demi tujuan tertentu. Karenanya, warganet mesti berhati-hati ketika mendapatkan informasi undian palsu, telepon yang mengaku dari perbankan atau perusahaan teknologi, tautan tak dikenal, serta orang yang baru dikenal di internet. “Jangan ceroboh ketika menggunakan internet, karena bisa menyerang diri kita sendiri,” jelas dia.

    Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Agung Nugroho. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

    Salah seorang peserta, Rico A, bertanya tentang apa saja batasan antara kritik dan ujaran kebencian jika akan disampaikan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Anita Maharani bilang, sudah ada ruang yang disediakan untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah atau pihak terkait. Mengingat media sosial bisa bebas diakses, maka kita perlu menjaga etika.

    Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

    BERITA TERKAIT

    Lebih

      BERITA TERBARU

      TERPOPULER