NewsRagamMUI DKI Bentuk Buzzer Bela Anies, Uki Cium Aroma Politisasi Agama

MUI DKI Bentuk Buzzer Bela Anies, Uki Cium Aroma Politisasi Agama

BERITA TERKAIT

JAKARTA, HOLOPIS.COMMantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi mencium aroma kemunculan politisasi agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.

Hal ini diutarakan Uki usai mendapati kabar bahwa Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar bakal membentuk buzzer dengan sebutan Cyber Army yang dijalankan oleh lembaganya untuk membela Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya sudah menduga politisasi agama akan kembali mewarnai panggung demokrasi kita, tapi saya tidak menyangka secepat ini,” kata Uki, Sabtu (20/11).

Ia khawatir sebentar lagi akan gaduh tentang dikotomi barisan lebih agamawan dan Islami karena perbedaan pandangan politik semata.

“Tinggal tunggu waktu akan keluar narasi ‘barisan kami barisan Tuhan, di luar barisan kami musuh Tuhan’. Pemainnya itu lagi itu lagi,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meminta keluarga besar lembaga tersebut bisa membela Anies Baswedan dari buzzer yang selama ini menyerang orang nomor satu di ibu kota tersebut.

Pembelaan terhadap Anies Baswedan tersebut dengan membentuk tim siber melawan narasi buzzer yang selama ini mencari kesalahan Anies.

Menurut Munahar, pembelaan terhadap Anies bisa dilakukan dengan mengangkat keberhasilan mantan Mendikbud tersebut di tingkat nasional maupun internasional.

Pembelaan terhadap Anies ini kata Munahar, bahwa MUI adalah mitra kerja Pemprov DKI Jakarta.

“Beliau ini termasuk 21 orang Pahlawan Dunia. Berita- berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar seperti dikutip dari situs muidkijakarta.or.id.

Selain itu, Munahar juga berharap Bidang Infokom MUI DKI bisa menerapkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar untuk melawan buzzer yang meresahkan Umat Islam.

Sebab menurutnya, buzzer telah menghantam Ulama dan mendiskreditkan Umat Islam.

“MUI tidak usah takut untuk katakan yang Haq itu Haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Quran dan As-Sunnah tidak ada tawar menawar bagi saya,” tegas Munahar.

BERITA TERBARU

TERPOPULER