Muannas Alaidid Dorong Polri Tangkap Edy Mulyadi

BERITA TERKAIT

JAKARTA, HOLOPIS.COMDirektur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Habib Muannas Alaidid mendesak kepada Kepolisian agar segera menangkap eks Caleg PKS Edy Mulyadi dalam kasus singgungannya terhadap wilayah Kalimantan.

“Polri harus segera tangkap Edi Mulyadi bukan karena hinaan terhadap Prabowo, tapi atas tuduhan kebencian dan merendahkan suku di Indonesia, utamanya saudara kita di Kaltim,” kata Muannas, Senin (24/1) dini hari.

Desakan penangkapan ini tidak hanya sekedar kepada Edy Mulyadi saja, akan tetapi seluruh pihak yang terkait di dalam acara konferensi pers yang memberikan panggung kepada Edy Mulyadi untuk melontarkan ucapan tendensiusnya itu.

“Bahkan semua yang hadir dan penggagas acara itu dapat dimintai tanggung jawab pidana,” ujarnya.

Praktisi hukum ini menilai, kalimat-kalimat yang diduga kuat mendiskreditkan Kalimantan oleh Edy Mulyadi dan pihak yang ikut bersamanya di acara konferensi pers itu sangat berbahaya. Bahkan jauh lebih bahaya dibanding apa yang dilakukan oleh Ferdinand Hutahaean maupun Bahar bin Smith sekalipun.

“Ucapan Edi jauh lebih bahaya dibanding Ferdinand dan Bahar,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa di dalam konferensi persnya, Edy Mulyadi bersama dengan beberapa advokat yang diketahui merupakan eks pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu menyebut, bahwa Kalimantan adalah tempat jin membuang anak.

Tidak hanya itu, salah satu rekan Edy di lokasi yang sama, yang bernama Azam Khan juga melontarkan kalimat yang juga bertendensi negatif.

Dimana saat itu ia ditanya oleh Edy dimana ia tinggal saat ini, Azam menyebut bahwa dirinya tinggal di Jakarta Pusat. Kemudian Edy berseloroh bahwa tidak mungkin Azam membeli rumah di Kalimantan dan pindah dari Jakarta Pusat. Tak berlangsung lama, Azam tampak menyambung ucapan Edy dengan mengatakan “Hanya Monyet”.

Akibat kalimat keduanya itu, banyak pihak khususnya masyarakat Kalimantan bereaksi keras. Bahkan kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri Forum Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur sampai mengadukannya ke Mapolresta Samarinda.

BERITA TERBARU

TERPOPULER

REKOMENDASI