NewsPolhukamDPR Ingatkan Tugas Andika Perkasa Di Konflik Papua Sangat Berat

DPR Ingatkan Tugas Andika Perkasa Di Konflik Papua Sangat Berat

BERITA TERKAIT

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Komisi I DPR RI mengingatkan Jenderal Andika Perkasa untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang akan diwariskan Marsekal Hadi Tjahjanto selepas menjadi Pangklima TNI.

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno memaparkan, tugas paling terberat Andika jika sudah menjadi Panglima TNI yakni menyelesaikan konflik Papua yang sudah terlalu lama berlarut-larut.

Meskipun Andika sudah menyampaikan strategi penanganan konflik Papua saat uji kelayakan dan kepatutan, namun ia mengingatkan bahwa masalah Papua tidak akan mudah diselesaikan.

“Isu Papua ini seperti kita ketahui ini ya kita harus siap – siap bahwa ini akan terus berlanjut,” kata Dave Selasa (9/11).

Dave juga menilai bahwa penyelesaian masalah Papua tak boleh hanya diserahkan ke TNI. Apalagi, Dave menyebut masalah Papua akan terus berlanjut terlebih adanya dugaan apa yang terjadi di tanah Papua tersebut ada yang mendanai.

“Mengingat ancaman dan juga serangan secara militer masih terus terjadi. Berarti masih ada yang mensuplai senjata, peluru dan juga termasuk dana yang membuat permasalahan ini berlarut-larut tak ada hentinya,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Selain masalah Papua, tantangan selanjutnya ialah memastikan aplikasi teknologi di lingkungan TNI semakin banyak. Militer Indonesia butuh peralatan tempur, patroli, serta pengawasan yang harus memanfaatkan teknologi.

“Kita harus meningkatkan kemampuan SDM kita, kita harus berani investasi juga di research and development, sehingga kemampuan TNI itu ya udah bisa mengisi kekosongan-kekosongan yang ada,” tukasnya.

Sementara itu, mengenai diplomasi militer, Dave meminta Andika memastikannya bisa benar-benar terbentuk dan berjalan sehingga isu apa pun yang mencuat di forum-forum internasional, misalnya isu HAM bisa teratasi dengan baik.

“Kita berharap dengan Komisi I, agar Komunikasi Jenderal Andika semakin intensif di depan. Jadi segala macam isu yang ada, pun juga perundang-undangan yang perlu dibuat ke depannya, semua PR (pekerjaan rumah) tersebut bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.

BERITA TERBARU

TERPOPULER