• POLHUKAM

Habib Syakur Nilai Densus 88 Perangi Teroris, Bukan Perangi Islam

Yang diperangi itu bukan Islamnya, tapi orang-orang yang perilaku dan pemahaman terorismenya.

BERITA TERKAIT

Lebih

    JAKARTA, HOLOPIS.COM Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa peran Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dan berbagai jajaran aoarat kemanan yang fokus melakukan pemberantasan terorisme tidak sedang memusui Islam. Akan tetapi mereka menindak para radikalis yang justru merusak Islam dengan gerakan esktremis dan terorisnya itu.

    “Yang diperangi itu bukan Islamnya, tapi orang-orang yang perilaku dan pemahaman terorismenya,” kata Habib Syakur kepada Holopis.com, Kamis (14/10).

    Ia menegaskan bahwa ada pemikiran yang sesat ketika ada orang-orang yang menganggap Densus 88 Antiteror maupun BNPT sedang memelihara islamophobia dengan menjalankan tugasnya memberantas dan menanggulangi terorisme di Indonesia.

    “Islamophobia seperti apa maksudnya, mereka bicara HAM, itu nggak ada kaitannya. Kita clear di sini bahwa teroris bukan Islam. Jadi jangan dipelintir memberantas terorisme dan radikalisme malah dianggap Islamophobia,” tegasnya.

    Bagi Habib Syakur, terorisme bukan ajaran agama Islam maupun agama-agama lainnya yang diakui oleh Indonesia. Justru kelompok tersebut malah merusak Islam dengan aksi-aksi pelanggaran hukumnya yang melakukan aksi terorisme, radikalisme dan intoleran di kalangan masyarakat Indonesia.

    Jika benar kelompok radikalis itu adalah muslim yang baik, maka ajaran dan syariat Nabi Muhammad SAW yang diikuti, bukan menciptakan bom lalu meneror orang lain apalagi sampai melakukan aksi bom bunuh diri.

    “Islam yang kita jalani adalah Islam ajaran Nabi Muhammad. Kalau yang lain saya nggak tahu. Karena Islam Nabi Muhammad itu Islam yang rahmatan lil alamin, penuh kasih sayang dan cinta kasih,” paparnya.

    Tokoh agama asal Jawa Timur ini sepakat Densus 88 dan BNPT melanjutkan kinerjanya menanggulangi terorisme. Bahkan ia meminta agar progresnya diperkuat dan dipertegas agar tidak ada lagi pemikiran dan perilaku teroris dan radikalis tumbuh kembang di NKRI.

    “Kenapa harus diberenguskan, agar ada efek jera. Yang melakukan perlawanan itu yang menunggangi atasnama Islam terpengaruh untuk berontak negara,” paparnya.

    BERITA TERKAIT

    Lebih

      BERITA TERBARU

      TERPOPULER