Cara Mengatasi Anak Demam Usai Vaksinasi

Demam setelah vaksinasi bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan tubuh anak merespon terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuhnya.

BERITA TERKAIT

JAKARTA, HOLOPIS.COM Anak usai 2 tahun ke bawah memang memerlukan beberapa jenis vaksinasi untuk merangsang sistem kekebalan tubuhnya dari berbagai potensi penyakit yang bisa saja menginfeksinya.

Namun tak jarang, usai melakukan vaksinasi, tubuh anak mengalami reaksi yang biasa maupun luar biasa, salah satunya ditandai dengan gejala demam.

Cloud Hosting Indonesia

Demam setelah vaksinasi bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan tubuh anak merespon terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Sistem imun tubuh akan mulai mengenali vaksin tersebut sehingga ketika ada penyakit sejenis baik virus maupun bakteri menginfeksi, maka mereka sudah bisa mengatasinya dengan baik.

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang reaksi vaksinasi, Anda tampaknya perlu mengetahui juga tentang seberapa sih suhu tubuh normal pada anak-anak. Suhu normal pada anak adalah antara 36-37° celcius. Anak-anak akan dikategorikan demam ketika suhu tubuh lebih dari 37,2° celcius bika diukur di ketiaknya, kemudian lebih dari 37,8° celcius ketika diukur di mulut, dan di atas 38° celcius ketika diukur di bagian duburnya.

Hanya saja, setiap anak memiliki kemampuan fisik masing-masing. Ada yang tanpa gejala apapun pasca dilakukan imunisasi atau vaksinasi, dan ada pula yang mengalami demam. Sementara untuk mereka yang demam pun juga siklusnya tidak selama sama, ada yang demam sebentar atau bahkan ada yang demamnya lama, bahkan ada pula yang polanya naik turun.

Lantas bagaimana jika mendapati anak demam setelah dilakukan imunisasi atau vaksinasi. Anda tidak usah panik berlebihan. Pantau saja kondisi fisik anak agar bisa mendapatkan penanganan yang benar dan tepat.

1. Lemas dan berkeringat

Salah satu reaksi tubuh melakukan perkenalan dengan virus baru melalui instrumen vaksinasi ini, adalah dengan demam. Terkadang dibarengi dengan tubuh terasa lemas dan mengeluarkan keringat. Jika kondisinya demikian, maka si kecil akan mengalami dehidrasi karena cairan di dalam tubuh semakin berkurang karena keluarnya keringat.

Solusinya adalah berikan si kecil minuman elektrolit. Minuman elektrolit adalah air yang dilengkapi mineral bermuatan listrik, seperti natrium, kalium, dan magnesium. Minuman ini akan membantu mengganti cairan tubuh si kecil yang hilang karena dehidrasi tersebut.

Selanjutnya, anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mengatasi suhu tubuh si kecil yang masih tinggi ;

– Kenakan si kecil pakaian yang tipis dan mampu menyerap keringatnya.

– Hindari penggunaan pakaian berlapis, karena bisa saja memicu kenaikan suhu tubuhnya.

– Lakukan pengompresan dengan air hangat untuk menetralisir suhu tubuh.

– Upayakan suhu di kamar atau tempat si kecil berada tidak terlalu panas, dan tidak pula terlalu dingin. Suhu yang stabil bisa membantu menetrasi demamnya.

– Berikan obat-obatan penurun demam, bisa berupa paracetamol atau ibuprofen. Hanya saja ketika anak masih bisa aktif dan nafsu makan masih stabil sebaiknya penggunaan obat-obatan tidak perlu dilakukan terlebih dahulu.

2. Hubungi dokter

Langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi dengan dokter anak jika demamnya masih belum turun lebih dari 2 (dua) hari, atau suhunya melebihi rata-rata. Jika anak kurang dari tiga bulan namun suhu tubuhnya lebih dari 38° celcius jika diukur di bagian dubur dan atau suhu gtubuhnya lebih dari 39° celcius, maka segeralah periksakan ke dokter.

Selain karena suhu, sebaiknya anda segera pergi ke dokter ketika anak malah semakin menolak makan, minum maupun menyusu.

Kemudian ketika si kecil menunjukkan gejala-gejala lain seperti ; diare, muntah-muntah berkepanjangan, nangis tak berhenti, jarang buang air kecil dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis, kemudian ketika mengalami sesak nafas, ubun-ubun bayi terlihat cekung, penurunan kesadaran maupun badannya tampak sangat lemas, maka segerakan temui dokter demi mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat dirangkum oleh Holopis.com untuk dibagikan kepada anda. Semoga bermanfaat dan tetap tidak boleh panik saat anak mengalami demam usai melakukan vaksinasi.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BERITA TERBARU

TERPOPULER

Email Hosting

REKOMENDASI