PBB: Perang Rusia-Ukraina Berkepanjangan Bakal Berdampak Pada Krisis Pangan

BERITA TERKAIT

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, bahwa hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Rusia dan Ukraina akan mengakhiri peperangan yang sudah berlangsung hampir tiga bulan, bahkan ksepakatan damai masih berjalan cukup alot.

Dalam konferensi persnya dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen saat berada di Wina, Rabu (11/5), Guterres mengatakan ia tidak melihat negosiasi damai dalam waktu dekat. Meski demikian, ia tetap yakin waktunya akan tiba.

Cloud Hosting Indonesia

“Perang ini tidak akan berlangsung selamanya. Akan ada saatnya negosiasi damai akan dilakukan,” kata Guterres, seperti dilansir dari Alarabiya.

Guterres mengkhawatirkan, perang yang panjang akan berimbas pada pasokan global. Saat ini saja, sudah terlihat macetnya distribusi pangan. Harga-harga bahan pokok seperti biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk, telah melonjak.

Badan-badan PBB memperingatkan bahwa kenaikan harga akan memperburuk krisis pangan di Afrika.

“Saya harus mengatakan bahwa saya sangat prihatin, yaitu dengan risiko kelaparan yang meluas di berbagai belahan dunia karena situasi keamanan pangan yang dramatis yang kita hadapi karena perang di Ukraina,” kata Guterres.

Ia terus mendesak berbagai pihak untuk saling membantu proses damai antara Ukraina dan Rusia, juga mendesak kedua belah pihak untuk sama-sama menurunkan tensi dan mencapai kesepakatan.

“Perang ini tidak akan berlangsung selamanya. Akan ada saatnya negosiasi damai akan dilakukan. Saya tidak melihat itu dalam waktu dekat. Tapi saya bisa mengatakan satu hal. Kami tidak akan pernah menyerah,” pungkas Guterres.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BERITA TERBARU

TERPOPULER

Email Hosting

REKOMENDASI