• NEWS

Pentingnya Kesadaran Kritis dalam Bermedia Digital

BERITA TERKAIT

Lebih

    POLEWALI MANDAR, HOLOPIS.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 20 September 2021 di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

    Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Tips dan Trik Melindungi Data Pribadi”.

    Program ini menghadirkan 230 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Co-Founder TheAgencyES dan Frodigi Digital Agency, Andhika Fachrozi Muhadi; Dosen dan Founder Resensi Institute Hartono, Tasir Irwanto; Peneliti Ekonomi Digital LIPI, Nika Pranata; serta Public Speaker dan Duta Wisata Indonesia 2017, Indira Wibowo. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah pegiat Japelidi Unissula, Made Dwi Adnjani. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

    Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

    Pemateri pertama adalah Indira Wibowo yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Dia mengatakan, jejak digital akan berbahaya atau merugikan jika bertentangan dengan nilai sosial. Untuk itu, perhatikan baik-baik data atau informasi yang ditinggalkan di dunia maya. “Pastikan terhindar dari penyalahgunaan oleh orang atau pihak lain,” ujarnya.

    Berikutnya, Andhika Fachrozi Muhadi menyampaikan materi “Isu-isu Etika Digital dan Penggunaan Teknologi”. Dia memaparkan beberapa etika digital atau netiket dalam berinteraksi di dunia maya, salah satunya adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan. “Sering terjadi orang karena merasa punya jabatan atau dari instansi tertentu lalu bertindak seenaknya, melakukan apapun. Tidak semudah itu karena negara kita negara hukum,” tegasnya.

    Sebagai pemateri ketiga, Hartono Tasir Irwanto membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh Tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”. Ia menekankan perlunya kesadaran kritis dalam penggunaan teknologi digital. “Pahamilah bahwa tidak ada makan siang yang gratis. Meskipun media sosial yang Anda akses gratis, mereka punya agenda untuk mengeruk perhatian dan waktu Anda untuk dijual kepada pelanggan yang ingin beriklan,” ungkapnya.

    Adapun, Nika Pranata sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Mengenal dan Menghindari Perangkap Phising”. Agar terhindar dari phising atau pengelabuan yang masuk melalui surat elektronik, Nika menyarankan agar teliti membaca isi pesan dan mengabaikannya jika pengirim meminta informasi pribadi. “Perusahaan resmi tidak mungkin menanyakan informasi pribadi Anda melalui email,” ucapnya.

    Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

    “Banyak dibahas isu bahwa media sosial bisa merekam percakapan digital kita, bagaimana tanggapannya?” tanya Habibi Muhammad, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Indira Wibowo mengatakan, isu itu sempat ramai dibicarakan, namun pihak media sosial seperti Instagram menyangkal telah menyadap microphone atau kamera. “Jadi mungkin itu kebetulan saja, ada filter bubble atau algoritma yang dikaitkan dengan riwayat pencarian kita, sehingga yang kita omongin muncul di IG. Intinya, hati-hati dan gunakan internet secara positif,” tandasnya.

    Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

    BERITA TERKAIT

    Lebih

      BERITA TERBARU

      TERPOPULER