Ekobiz
Pertamina Pangkas Emisi 13 Ribu Ton Tanpa Ganggu Distribusi, Green Shipping Diandalkan
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tuntutan global terhadap energi bersih jadi perhatian Pertamina Patra Niaga dalam melakukan transformasi sektor logistik. Langkah itu dengan menekan emisi tanpa mengorbankan keandalan distribusi energi nasional.
Hingga Maret 2026, perusahaan mencatatkan penurunan emisi lebih dari 13 ribu ton CO2e melalui implementasi konsep green shipping. Hal itu sebagai pendekatan operasional yang mengedepankan efisiensi energi dan keberlanjutan di sektor maritim.
“Melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, kami tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujar Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, dalam keterangannya, Jumat, (1/5/2026).
Penurunan emisi tersebut bukan hasil satu langkah besar, melainkan kombinasi berbagai strategi efisiensi operasional armada.
Salah satu kontributor terbesar berasal dari penerapan speed optimization, yang berhasil menekan emisi hingga 8.161 ton CO2e. Selain itu, penggunaan desain kapal ramah lingkungan atau eco ship design turut menyumbang pengurangan sebesar 4.862 ton CO2e.
Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam operasional dapat menghasilkan dampak besar terhadap lingkungan.
Menurut Arif, penguatan green shipping bukan sekadar mengikuti tren global. Namun, jadi strategi penting dalam menjawab tantangan keberlanjutan sektor energi dan maritim.
Pendekatan ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengaturan kecepatan kapal, pemilihan rute pelayaran yang lebih efisien, hingga penggunaan teknologi yang mendukung penghematan energi.
Hasilnya, konsumsi bahan bakar dapat ditekan. Selain itu, mengurangi emisi secara signifikan.
Pun, transformasi ini juga didukung oleh sistem pemantauan energi terintegrasi.
Sistem tersebut memungkinkan evaluasi berkelanjutan terhadap performa kapal, sehingga efisiensi bisa terus ditingkatkan secara konsisten.
Tak hanya itu, praktik operasional berkelanjutan lainnya juga diterapkan, seperti perawatan badan kapal untuk mengurangi hambatan saat berlayar
Langkah-langkah ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan kelestarian lingkungan.
Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam transisi energi nasional. Tak hanya dari sisi produksi, tetapi juga distribusi.
Adapun Green shipping kini menjadi fondasi penting untuk menciptakan sektor maritim yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memastikan pasokan energi tetap stabil bagi masyarakat.
ARTIKEL TERKAIT
- Mulai 1 Juli 2026 BBM Biodiesel B50 Mulai Dijual, Tapi Belum Semua SPBU Punya
- Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Bui
- Harga Plastik di Jakarta Naik 40%, Pelaku Usaha Kelimpungan Cari Solusi
- Target Lifting Minyak Dipercepat, Pemerintah Siap Lelang 75 Blok Migas Baru
- Batal! Vivo dan BP Tolak BBM Pertamina Gara-Gara Etanol 3,5%