Ekobiz
OJK Optimis Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Kuat di 2026
HOLOPIS.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja sektor jasa keuangan (SJK) pada 2026 akan tetap tumbuh positif di tengah dinamika global, ditopang oleh fundamental ekonomi yang solid serta penguatan kebijakan di seluruh lini industri keuangan.
“Kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid menjadi modalitas yang sangat penting untuk kelanjutan kita ke depan. Kami berterima kasih atas seluruh program-program prioritas pemerintah,” ujar Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (6/2/2026).
Dalam forum tersebut, OJK memaparkan tiga kebijakan prioritas 2026, yakni penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan. Ketiga agenda ini diarahkan untuk memastikan sektor keuangan tetap resilien sekaligus berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Proyeksi Pertumbuhan Sektor Keuangan 2026
Sejalan dengan kebijakan tersebut, OJK memproyeksikan pertumbuhan kinerja sektor jasa keuangan pada 2026 tetap solid. Kredit perbankan diperkirakan tumbuh 10–12 persen, didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7–9 persen.
Di sektor nonbank, aset asuransi diproyeksikan tumbuh 5–7 persen, sementara aset dana pensiun diperkirakan meningkat 10–12 persen dan aset program penjaminan tumbuh 14–16 persen.
Untuk industri pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan diproyeksikan tumbuh 6–8 persen. Di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun sepanjang 2026.
OJK juga mencermati pertumbuhan signifikan di sektor keuangan digital. Jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto ditargetkan tumbuh 26 persen, seiring meningkatnya literasi, pengawasan, serta penguatan tata kelola industri aset digital.
Reformasi dan Pendalaman Pasar Jadi Kunci
OJK menilai keberlanjutan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari agenda reformasi struktural yang terus dijalankan, termasuk penguatan permodalan lembaga jasa keuangan, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko, serta reformasi integritas pasar modal melalui peningkatan free float, transparansi kepemilikan, dan penegakan hukum yang konsisten.
Selain itu, pendalaman pasar keuangan didorong melalui peningkatan peran perbankan, asuransi, dan dana pensiun sebagai investor institusional, serta pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan untuk mendukung komitmen Net Zero Emission (NZE) nasional.
Sinergi Kebijakan Jaga Kepercayaan Pasar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah OJK dalam mendukung program prioritas pemerintah melalui sektor keuangan.
“Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan sangat berkontribusi kepada pertumbuhan,” kata Airlangga.
Sinergi kebijakan antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat kepercayaan pasar, serta memperluas penciptaan lapangan kerja di tengah tantangan global yang masih berlanjut.
ARTIKEL TERKAIT
- Outlook Negatif Moody’s Jadi Ujian Kepercayaan Investor, OJK Tekankan Ketahanan dan Reformasi
- Dibayangi Capital Outflow, Kinerja Rupiah Sepekan Lesu
- Analis Curiga Singapura Jadi 'Cangkang' Elit Global untuk Acak-Acak Ekonomi RI
- OJK Matangkan Pembentukan Satgas Transformasi Pasar Modal
- OJK Ungkap Sederet Dukungan Pasar Modal untuk Program 3 Juta Rumah