NTT

NTT Mulai Bangkit Usai Gempa M 7,7, Ini Progres Pemulihan Terbarunya

Ronalds Petrus Gerson
Bagikan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penanganan pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu menunjukkan progres signifikan. Langkah cepat gabungan kementerian dan lembaga membuat berbagai akses fasilitas dasar masyarakat kini mulai normal kembali.

Berdasarkan laporan data terbaru hingga 18 Agustus 2026, pemulihan di sektor komunikasi, kelistrikan, hingga infrastruktur jalan dan kesehatan terus dikejar secara masif.

Sinyal dan Listrik Hampir Pulih Total

Gangguan komunikasi akibat jaringan Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak kini sudah teratasi. Dari total 812 BTS yang sempat terganggu, sebanyak 811 unit atau sekitar 99% sudah kembali berfungsi normal.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama pihak operator seluler tinggal menuntaskan pemulihan pada 1 BTS tersisa.

Di sektor kelistrikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari 568.718 pelanggan yang terdampak, sebanyak 568.150 pelanggan sudah bisa menikmati aliran listrik kembali.

Trafo gardu induk dilaporkan telah pulih 100%, sementara penyulang dan gardu distribusi telah beroperasi masing-masing sebesar 98% dan 99%. Untuk menyokong daerah yang sempat terisolasi, pendorongan genset dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus disalurkan.

Akses Jalan dan Jembatan Mulai Terbuka

Mengenai infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa 9 ruas jalan yang sempat lumpuh akibat gempa kini sudah kembali fungsional.

Tim di lapangan masih terus menangani 4 titik patahan badan jalan dengan menyiagakan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Selain itu, 5 titik jembatan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang dipastikan masih aman dan dapat dilalui untuk mobilitas serta penyaluran logistik warga.

Layanan Kesehatan Dioptimalkan

Sementara itu, dampak pada fasilitas kesehatan mencakup 211 lokasi, terdiri dari 21 rumah sakit dan 190 puskesmas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa 16 rumah sakit dan 122 puskesmas sudah beroperasi penuh melayani pasien.

Sejumlah tim medis lanjutan, termasuk dokter spesialis, terus diterjunkan ke lokasi terdampak.

Pasokan obat-obatan dasar dan pendirian posko kesehatan darurat berupa tenda-tenda medis juga disebar untuk menjangkau warga yang membutuhkan penanganan cepat.

Penanganan darurat ini terus dikawal ketat agar seluruh kebutuhan mendasar warga terdampak terpenuhi secepat mungkin.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana (NTT) mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (23/8/2026).

Proses rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak dipastikan terus berjalan selaras dengan pendataan kebutuhan warga di lapangan.

ARTIKEL TERKAIT