HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Umum Mesir, Hassan Rashad, menyatakan dukungan terhadap komite teknokratik Palestina yang baru dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Rashad pada Sabtu (17/1), sebagaimana dilaporkan media milik negara Mesir, Al-Qahera News.
Berdasarkan kabar yang dikutip Holopis.com, dukungan itu disampaikan Rashad dalam pertemuan dengan Ketua Komite Palestina, Ali Abdel Hamid Shaath, bersama sejumlah anggota komite lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Rashad menegaskan komitmen Mesir untuk membantu memastikan komite teknokratik Palestina dapat menjalankan tugasnya secara efektif.
Sementara itu, Shaath menyampaikan apresiasi atas peran Mesir dalam mendukung rakyat Palestina. Ia juga menyoroti upaya Mesir dalam menentang pengusiran paksa warga Palestina serta konsistensinya dalam mempertahankan perjuangan Palestina.
Pertemuan tersebut turut membahas langkah-langkah yang diperlukan agar komite teknokratik Palestina dapat mengambil alih kendali administratif secara penuh di Jalur Gaza, menurut laporan Al-Qahera News.
Pembentukan komite teknokratik Palestina diumumkan pada Rabu (14/1), beberapa jam setelah pertemuan antara faksi-faksi Palestina dan berbagai kekuatan politik di Kairo. Pengumuman tersebut bertepatan dengan pernyataan Washington terkait dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat.
Adapun gencatan senjata di Gaza mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan, sedikitnya 464 warga Palestina tewas dan 1.275 lainnya mengalami luka-luka sejak 11 Oktober tahun lalu. Dengan penambahan tersebut, total korban tewas dalam konflik Gaza mencapai 71.548 orang, sementara jumlah korban luka tercatat sebanyak 171.353 orang, berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Sabtu.



